Tim Advokasi Novel Baswedan Akan Laporkan Balik Dewi Tanjung

Tim Advokasi Novel Baswedan Akan Laporkan Balik Dewi Tanjung
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Kamis, 7 November 2019 | 19:20 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Advokasi Novel Baswedan memastikan akan menempuh langkah hukum terkait dengan fitnah yang ditujukan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Belakangan ini, jagad dunia maya diriuhkan dengan narasi kasus teror terhadap Novel merupakan rekayasa. Bahkan, politisi PDIP, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung melaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penyebaran berita bohong atas teror penyiraman air keras yang dialami Novel.

"(Kami) akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," kata Alghiffari Aqsa salah seorang tim advokasi Novel dalam keterangan pers, Kamis (7/11/2019).

Alghiffari menilai laporan kepada kepolisian yang dilakukan Dewi Tanjung tidak jelas, ngawur dan sudah mengarah pada fitnah. Pelaporan itu disebut merupakan tindakan di luar nalar dan rasa kemanusiaan.

"Penyerangan yang mengakibatkan Novel mengalami kebutaan jelas dan terbukti sebagai fakta hukum," tegasnya.
Alghiffari juga menilai dengan pelaporan ini, secara tidak langsung Dewi Tanjung telah menuduh Kepolisian, Komnas HAM, termasuk Presiden Jokowi tidak bekerja berdasarkan fakta hukum.

Hal ini lantaran peristiwa teror dengan penyiraman air keras tersebut sudah diverifikasi melalui pemeriksaan medis maupun penyelidikan dan penyidikan aparat Kepolisian. Tidak hanya itu, kasus ini juga diselidiki Komnas HAM dan direspon oleh Presiden Jokowi dengan perintah menuntaskan pengungkapan kasus ini, meski sampai 2,5 tahun kasus ini belum berhasil diungkap.

"Oleh karena itu, semestinya Kepolisian tidak memproses laporan ini lebih lanjut," katanya.

Lebih jauh, Alghiffari mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap Novel. Seperti halnya serangan yang selama ini diterima Novel di media sosial melalui buzzer.

"Patut diduga laporan ini bermaksud menggiring opini publik untuk mengaburkan dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan