Jaksa Agung Tak Akan Pasang Badan untuk Anak Buahnya yang Dijerat KPK

Jaksa Agung Tak Akan Pasang Badan untuk Anak Buahnya yang Dijerat KPK
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Rapat kerja tersebut membahas rencana strategis Kejaksaan Agung tahun 2020. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Fana Suparman / FMB Jumat, 8 November 2019 | 11:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung, ST Burhanuddin memastikan bakal mendukung proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk jika ada kasus korupsi yang menjerat anak buahnya. Ditegaskan, proses hukum yang dilakukan KPK memiliki nilai penting untuk menyeleseksi jaksa-jaksa 'nakal'.

"Kalau ada yang kena, ini pendapat pribadi saya, biarlah sebagai seleksi alam yang akan muncul yang terbaik nanti," kata Burhanuddin usai bertemu pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Jaksa Agung Pastikan Evaluasi TP4 dan TP4D

Diketahui, KPK telah berulang kali menjerat jaksa. KPK menetapkan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta yang juga anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D), Eka Safitra dan Jaksa di Kejari Surakarta, Satriawan Sulaksono sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait lelang Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019. Keduanya ditetapkan tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada (19/8/2019). Sebelumnya, KPK menjerat Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI, Agus Winoto sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Burhanuddin mengatakan, kasus-kasus tersebut seharusnya menimbulkan efek jera bagi jajaran Kejaksaan Agung. Burhanuddin memastikan pihaknya akan melakukan pembinaan agar tidak ada lagi jaksa yang tersandung kasus korupsi.

"Tentunya kami juga akan membina. Apa yang sudah terjadi dijadikan contoh sebagai efek jera bagi yang lain," katanya.

Burhanuddin mengatakan, kunjungannya ke KPK untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan sinergitas dengan Lembaga Antikorupsi. Terutama dalam pemberantasan korupsi.

"Kerja sama kita sudah berjalan lama, dari awal. Saya sebagai orang baru wajib hukumnya saya memperkenalkan diri dan menindaklanjuti yang lalu-lalu," katanya.

Komisi III DPR Minta Jaksa Agung Bubarkan TP4D

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengatakan, sinergitas antara dua Lembaga Penegak Hukum ini diharapkan bisa menimbulkan efek positif baik di KPK maupun di Kejaksaan Agung. Bahkan, kata Syarif, Burhanuddin berharap 86 Jaksa yang saat ini bertugas di KPK dapat menularkan nilai-nilai antikorupsi saat kembali bertugas di Korps Adhyaksa.

"Kami bertemu dengan semua Jaksa yang ada di KPK yang jumlahnya sekitar 86 orang sekarang ini. Salah satunya, beliau (Burhanuddin) mengatakan bahwa teman-teman jaksa yg bertugas di KPK itu sebaiknya dipakai sebagai bentuk 'Candradimuka' agar kalau selesai di KPK bisa menularkan hal-hal yang baik," katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com