Fahira Ditanya Alasan Laporkan Meme Anies

Fahira Ditanya Alasan Laporkan Meme Anies
Anggota DPD masa jabatan 2019/2024 Fahira Idris. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 8 November 2019 | 13:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Fahira Idris mengatakan, penyidik meminta keterangannya soal alasan dan kronologi kenapa melaporkan Ade Armando terkait unggahan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial.

"Ditanya kronologisnya kenapa saya melaporkan, karena pada 1 November tepatnya jam 11.00 pagi saya dapat banyak masuk telepon, SMS, WA dan ada email mengatakan saya harus segera melihat akun Facebook Ade Armando yang mengapload gambar gubernur DKI Jakarta, tapi dengan ala meme joker," ujar Fahira, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/11/2019).

Dikatakan Fahira, ketika itu banyak warga yang memintanya untuk melaporkan Ade Armando. Dirinya pun sempat menanyakan kenapa tidak melaporkan sendiri, namun dijawab mereka tidak berani dan memintanya sebagai wakil rakyat untuk membuat laporan.

"Atas dasar itu saya konsultasi dengan pengacara saya dari LBH Bang Japar, ternyata memang itu sudah masuk unsur diduga melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 (UU ITE) yang hukumannya 8 tahun, dan denda 2 miliar," ungkapnya.

Fahira menyampaikan, Ade Armando sempat mengatakan kalau bukan dia yang membuat meme itu. "Tapi itu bisa dibuktikan di pengadilan. Intinya siapapun yang merubah, meng-upload atau mentransmisikan tanpa izin, ya bisa kena pasal tersebut," katanya.

Fahira menambahkan, sejauh ini dalam pemeriksaan, dirinya baru diberikan empat pertanyaan seputar identitas dan alasan melapor. Pemeriksaan akan berlanjut setelah istirahat siang ini.

"Pemeriksaan ini belum selesai klarifikasinya karena terpotong shalat Jumat. Tadi sejak jam 10 lewat, sampai sekarang, baru empat pertanyaan," kata anggota DPD RI sekaligus Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI itu.

Sebelumnya diketahui, Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait unggahan gambar atau meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial Facebook.

Laporan Fahira tercatat dengan nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com