Kasus Suap Gula di PTPN III, KPK Periksa Wakil Direktur RS Rosela Karawang

Kasus Suap Gula di PTPN III, KPK Periksa Wakil Direktur RS Rosela Karawang
Ilustrasi KPK ( Foto: BeritaSatu Photo / Uthan A Rachim )
Fana Suparman / FMB Jumat, 8 November 2019 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Rumah Sakit (RS) Rosela Karawang, Fuisal Muliono Tjandra, Jumat (8/11/2019). Fuisal bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III tahun 2019. Pemeriksaan terhadap Fuisal dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IKL (I Kadek Kertha Laksana)," kata Plh Kabiro Humas KPK, Chrystelina G Sitompul saat dikonfirmasi, Jumat (8/11/2019).

Belum diketahui secara pasti kaitan Fuisal dengan perkara ini. Namun, tim penyidik KPK saat ini sedang menelisik aliran dana serta konstruksi kasus dugaan suap yang juga menjerat Dolly Pulungan selaku Direktur Utama (Dirut) PTPN III.

Diketahui KPK menetapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan, Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dan pengusaha gula yang juga bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019. Penetapan ketiganya sebagai tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345.000 dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.

Pieko merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III (Persero).
Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI). Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB.

Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Pieko memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9/2019). Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar SGD 345.000 kepada ke Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN. 



Sumber: Suara Pembaruan