Mantan Direktur Krakatau Steel Dihukum 1,5 Tahun Penjara

Mantan Direktur Krakatau Steel Dihukum 1,5 Tahun Penjara
Ilustrasi pengadilan ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / YUD Senin, 11 November 2019 | 16:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 6 bulan pidana penjara serta denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan terhadap mantan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro. Majelis hakim menyatakan Wisnu terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap dengan total Rp 101,7 juta dan SGD 4.000 bersama-sama dengan Alexander Karunia Muskita. Suap tersebut diterima Wisnu dari ‎Direktur Utama PT Grand Kertech, Kenneth Sutardja dan Direktur PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro terkait pengadaan di Krakatau Steel.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Wisnu Kuncoro terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Hastopo saat membacakan amar putusan terhadap Wisnu Kuncoro di PN Tipikor Jakarta, Senin (11/11/2019).

Putusan terhadap Wisnu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Dalam tuntutannya Jaksa KPK menuntut Wisnu dengan hukuman 2 tahun pidana penjara serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, untuk hal yang memberatkan terdakwa Wisnu Kuncoro tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Wisnu telah berterus terang dalam proses persidangan dan belum pernah menjalani proses hukum.

Majelis Hakim menyatakan, Wisnu bersama seseorang bernama Alexander Karunia Muskitta menerima uang dengan total nilai sekitar Rp 101,7 juta dan 4.000 dollar Singapura dari Direktur Utama PT Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. Alexander sendiri merupakan orang yang membantu menawarkan produk-produk perusahaan Yudi dan Kenneth ke Krakatau Steel.

Suap dari Kenneth bertujuan agar Wisnu menyetujui pengadaan dua unit boiler berkapasitas 35 ton dengan nilai proyek Rp 24 miliar di Krakatau Steel. Sementara pemberian uang dari Yudi Tjokro dimaksudkan agar Wisnu menyetujui pengadaan pembuatan dan pemasangan dua Spare Bucket Wheel Stacker dan Harbors Stockyard senilai Rp 13 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan