Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Kembali Jadwalkan Periksa Anak Menkumham

Kasus Suap Wali Kota Medan, KPK Kembali Jadwalkan Periksa Anak Menkumham
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / JAS Selasa, 12 November 2019 | 10:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik kembali menjadwalkan memeriksa Direktur PT Kani Jaya Sentosa Yamitema Tirtajaya Laoly, Selasa (12/11/2019).

Yamitema bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahan Kota Medan tahun anggaran 2019 yang menjerat Wali Kota nonaktif Medan, Tengku Dzulmi Eldin.

Keterangan Yamitema dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Kadis PUPR nonaktif Kota Medan Isa Ansyari yang juga menyandang status tersangka kasus ini.

"Rencana yang bersangkutan (Yamitema) dipanggil lagi hari ini," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang lantaran Yamitema tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik pada Senin (11/11/2019) kemarin. Yamitema mengklaim belum menerima surat panggilan dari penyidik.

"Sebelumnya surat panggilan ditujukan ke alamat yang tertera di data adminduk (administrasi kependudukan) namun yang bersangkutan tidak ada di sana," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka. Selain Dzulmi, KPK juga menjerat dua orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari, dan Syamsul Fitri Siregar selaku Kepala Bagian Protokoler Pemkot Medan.

KPK menduga, Isa diduga menyetor uang tunai sebesar Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Kemudian pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp 50 juta kepada Dzulmi. Tak hanya itu, Isa juga mengirim Rp 200 juta ke Dzulmi atas permintaan melalui protokoler untuk keperluan pribadi Wali Kota. Uang suap itu untuk memperpanjang perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.



Sumber: Suara Pembaruan