Mahfud: Jangan Nyinyir Bila Aparat Tindak Pelaku Teror

Mahfud: Jangan Nyinyir Bila Aparat Tindak Pelaku Teror
Mahfud MD ( Foto: Beritasatu TV )
Vento Saudale / YUD Rabu, 13 November 2019 | 15:27 WIB

Bogor, Beritasatu.com- Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar masyarakat tidak nyinyir dengan menyudutkan aparat penegak hukum atau pemerintah dengan tudingan pelanggaran HAM terhadap penindakan para pelaku teror.

"Kepada masyarakat juga jangan selalu nyinyir kalau pemerintah bertindak dikatakan melanggar HAM, ketika tidak bertindak dibilang kecolongan. Kita sama-sama dewasa menjaga negara ini," kata Mahfud, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Ia menilai, jika ada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat hukum atau pemerintah dapat dikontrol secara profesional dengan melalui proses pengadilan.

"Jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan. Dikontrol saja secara profesional benar atau tidak, kan nanti ada proses hukum di pengadilan yang membuktikan aparat itu bersalah atau tidak," jelasnya.

Sementara terkait aksi teror yang baru saja terjadi di Mapolrestabes Medan, tambah Mahfud, menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil jaringan dari para pelaku teror.

"Radikal ada tiga tingkatan yaitu menganggap orang lain musuh, teror dan adu ideologi. Ini masuk yang kedua nih teror, jihadis namanya. Itu harus ditindak, tadi saya berdiskusi dengan Mendagri itu kan sudah bisa diidentifikasi sebenarnya, ini menjadi pintu masuk untuk mengambil jaringannya," pungkasnya.

Sebelumnya, bom bunuh diri dilakukan di Mapolrestabes pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11/2019).

Informasinya bom bunuh diri dilakukan diduga dua orang menggunakan atribut ojek online. Mereka meledakkan diri di sekitar kantin Polrestabes.

“Benar. Saat ini sedang dilaksanakan olah TKP olh Densus dan Polda Sumatera Utara. Menunggu hasil investigasi lanjut,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.



Sumber: BeritaSatu.com