KPK Apresiasi Pengadilan Tolak Praperadilan Imam Nahrawi

KPK Apresiasi Pengadilan Tolak Praperadilan Imam Nahrawi
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah). ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Fana Suparman / MPA Rabu, 13 November 2019 | 09:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menpora, Imam Nahrawi dan mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra.

Diketahui, Imam Nahrawi menggugat KPK atas penetapan dan penahanannya sebagai tersangka kasus dugaan dana hibah dari pemerintah melalui Kempora kepada KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Sementara, Nyoman Dhamantra menggugat KPK yang menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya atas kasus dugaan pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019.

Jubir KPK, Febri Diansyah menegaskan, putusan PN Jaksel yang menolak gugatan praperadilan kedua tersangka menegaskan proses hukum yang dilakukan KPK, seperti OTT, penetapan tersangka hingga penahanan telah sesuai dengan hukum acara yang berlaku.

"KPK menyampaikan terima kasih atas putusan praperadilan di PN Jakarta Selatan kemarin. Penolakan atas praper yang diajukan dua tersangka tersebut menegaskan OTT yang dilakukan KPK sah dan juga tindakan-tindakan lain yang terkait termasuk penahanan. Demikian juga dengan ruang lingkup berlakunya UU KPK yang lama dan baru," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).

Dengan ditolaknya praperadilan yang diajukan oleh Imam dan Dhamantra, Febri memastikan proses penyidikan terhadap dua kasus yang menjerat keduanya bakal terus berjalan. Tim penyidik, bakal memeriksa sejumlah saksi maupun proses hukum lainnya untuk menuntaskan penyidikan kasus yang menjerat Imam maupun Nyoman Dhamantra.

"Sekarang, KPK akan meneruskan penyidikan dan menggali lebih dalam fakta-fakta dalam perkara ini," katanya.

Selain Nyoman Dhamantra, Elviyanto, tersangka lainnya kasus suap bawang putih juga mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel. Febri memastikan kesiapan Lembaga Antikorupsi dalam menghadapi praperadilan Elviyanto yang merupakan orang dekat Nyoman Dhamantra tersebut.

"Selain itu, ada praperadilan lain di kasus suap terkait impor bawang putih ini yang juga akan dihadapi dalam waktu dekat. Jadwal sidang telah disampaikan PN ke KPK," kata Febri.

Diketahui, hakim tunggal PN Jaksel Elfian menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Imam Nahrawi, Selasa (12/11/2019). Elfian menyatakan bahwa penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI yang dilakukan oleh KPK sebagai pihak termohon telah sah.

Pada hari yang sama, hakim tunggal PN Jaksel, Krisnugroho juga menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan mantan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra. Hakim menilai penetapan tersangka oleh KPK terhadap Nyoman atas kasus dugaan pengurusan izin impor bawang putih telah sah menurut hukum.



Sumber: Suara Pembaruan