Terlalu Dini Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Lone Wolf

Terlalu Dini Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Lone Wolf
Pengamat Terorisme Benny Mamoto menilai aparat kepolisian masih terlalu dini menilai pelaku beraksi seorang diri atau lone wolf.
Ahmad Salman / YTB Rabu, 13 November 2019 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teror bom kembali mengancam. Giliran Markas Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Sumatera Utara, menjadi sasaran bom bunuh diri, Rabu (13/11/2019) pagi.

Teror ini menunjukan jejaring terorisme yang selama ini dikejar dan ditumpas pihak berwajib, ternyata masih eksis. Seperti apa kondisi jejaring terorisme ini?

Pengamat Terorisme Benny Mamoto mengatakan aparat kepolisian masih terlalu dini menilai pelaku beraksi seorang diri atau lone wolf. Masih ada proses identifikasi di tempat kejadian perkara atau olah TKP. Yaitu mengenai jenis bom, ada tidaknya kesamaan dengan bom di Tanjung Balai, Sibolga, atau di tempat lain.

“Ini nantinya bisa mengindikasikan adanya keterhubungan apakah, sumber informasi dia belajar, apakah dia teradikalisasi, terekrut akan ketahuan nanti,” jelas Benny saat dihubungi melalui telepon, hari ini.

Beberapa hal yang perlu didalami di antaranya bagaimana pelaku bisa lolos. “Ternyata memanfaatkan identitas ojol. Kita semua tahu ojol bisa antar barang, jemput barang, antar makanan dan sebagainya,” kata Benny.

Karena itu, Benny berharap ke depan polisi bisa mengantisipasi dengan cara lantas atau densu dapat mengidentifikasi identitas pelaku palsu atau tidaknya.

Benny juga mengingatkan, adanya instruksi presiden untuk penanganan radikalisme secara serius dan ditindaklanjuti beberapa kementerian, akan menjadi ancaman.

“Tentunya ini juga akan direspons mereka (pelaku teror). Ini perlu kita waspadai ke depan untuk kita mengevaluasi kembali seperti SOP-SOP yang berlaku di semua instansi khususnya di kepolisian,” tandas Benny.

Masih terlalu dini pelaku dinilai lone wolf. Tapi kita lihat perkembangannya nanti setelah olah TKP bagaimana jenis bomnya, bom signaturenya apakah ada kesamaan dengan bom di Tanjung Balai, Sibolga, atau di tempat lain.



Sumber: BeritaSatu TV