Penangkapan Terduga Teroris di SDIT Izzati, Pihak Sekolah Angkat Bicara

Penangkapan Terduga Teroris di SDIT Izzati, Pihak Sekolah Angkat Bicara
SDIT Izzati di Jalan Pala Kali, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jaw Barat tempat terduga teroris Wiji Joko Santoso diringkus Densus 88, Rabu (13/11/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Kamis, 14 November 2019 | 11:24 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pihak sekolah SDIT Izzati memberikan klarifikasinya perihal kabar penangkapan seorang terduga teroris bernama Wiji Joko Santoso pada Rabu (13/11/2019) di sekolah yang berlokasi di Jalan Pala Kali, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Melalui siaran pers yang dikirimkan kepada Beritasatu.com, humas SDIT Izzati Jundi menuturkan bahwa pihak sekolah dengan tegas mengutuk segala bentuk aktivitas yang berlawanan dengan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penangkapan terhadap terduga teroris terjadi di Jalan Pala Kali, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, bukan di SDIT Izzati. Dapat kami sampaikan dan tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah guru, pegawai atau pengurus SDIT Izzati," ujar Jundi di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Lebih lanjut diungkap dia, SDIT Izzati bergerak di bidang pendidikan formal, di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan pelayanan pendidikan untuk semua lapisan masyarakat

"Adapun kemarin, Rabu (13/11/2019) terdapat penanganan hukum, itu adalah di luar tanggung jawab dan wewenang kami," kata Jundi.

Pihak SDIT Izzati juga mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perihal kasus yang melibatkan terduga teroris bernama Wiji Joko Santoso tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.

Sebelumnya, pada Rabu (13/11/2019), pihak Detasemen 88 Anti Teror (Densus 88) membekuk terduga teroris di Depok. Terduga selama ini berperan sebagai Hubungan International (HI) pada tahun 2014, pernah menjadi pelatih di Moro tahun 1999 angkatan pertama sampai 2001/2002, memiliki keahlian militer membuat bom dan perakit senjata.

Wiji juga pernah ke Suriah tahun 2012 bersama ASKARI dengan tujuan menjalin hubungan dengan Free Syirian Army (FSA), melakukan perjalanan ke beberapa negara pada periode tahun 2012-2013 antara lain Thailand, Vietnam, Qatar, Singapura, Filipina, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Hongkong.

Densus 88 juga meringkus barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat warna merah dengan nomor polisi B-6726-URQ. Tersangka sudah diamankan Densus 88 dan kemudian akan dilanjutkan proses interogasi dan penggeledahan terhadap tersangka.

Wiji diketahui beralamat KTP di Jalan Kasuari XI/F6/26 Cikarang Baru, RT 03 RW 07, Kelurahan Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Serta beralamat terakhir di Perumahan Bukit Mampang Residence Utara N 8, RW 09, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.



Sumber: Suara Pembaruan