Ahok Dinilai Lebih Cocok Jadi Dewas KPK

Ahok Dinilai Lebih Cocok Jadi Dewas KPK
Basuki Tjahaja Purnama disambut hangat oleh masyarakat saat berkunjung ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
/ YS Kamis, 14 November 2019 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teka teki jabatan apa yang akan diberikan Kementerian BUMN kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) perlahan mulai terkuak meski masih belum terkonfirmasi secara pasti.

Namun, kabar dari sejumlah sumber di Kementerian BUMN yang beredar di sejumlah media, sayup-sayup terdengar Ahok akan menempati posisi Komisaris Utama (Komut) di Pertamina.

Menanggapi isu tersebut, politikus PDI Perjuangan Darmadi Durianto mengatakan, jika benar Ahok ditempatkan sebagai Komut di Pertamina, maka itu merupakan penempatan yang kurang pas.

"Tidak sesuai dengan karakteristik Ahok yang tipenya seorang eksekutor. Kalau sebatas Komut, mau ngapain Ahok hanya duduk-duduk dan terima gaji bulanan doang? Gak cocok saya kira jabatan itu buat Ahok," tandas anggota komisi VI DPR itu saat ditanya wartawan di Kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Publik, kata dia, pasti berharap dan sangat antusias jika Ahok diberikan posisi yang sesuai dengan ketegasannya.

"Ketika nama Ahok mencuat di kementerian BUMN, publik kan berharap bahwa Ahok bakal ditempatkan di BUMN yang kurang menggembirakan. Tapi kalau nanti pada praktiknya hanya ditempatkan sebagai Komut, saya kira itu kabar yang kurang menggembirakan bagi publik. Komut tidak punya wewenang strategis, jabatan Komut seperti bonus saja sebenarnya. Komut jabatan bonus akhir tahun mungkin buat Ahok, kan sebentar lagi akhir tahun," seloroh Bendahara Megawati Institute itu.

Dikatakannya lagi, jika dilihat model kepemimpinan Ahok yang bercorak eksekutor atau tidak basa basi, Ahok cocok ditempatkan di jabatan manapun tanpa harus di BUMN.

Ketimbang jadi Komut Pertamina, kata dia, lebih baik Ahok ditunjuk jadi Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Dewas KPK membutuhkan orang-orang tegas seperti Ahok itu," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan