Ronny Sompie: Pemerintah Tak Pernah Larang Rizieq ke Indonesia

Ronny Sompie: Pemerintah Tak Pernah Larang Rizieq ke Indonesia
Ronny F Sompie ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Jumat, 15 November 2019 | 10:17 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Dirjen Imigrasi Kementeriam Hukum dan HAM Ronny F Sompie mengatakan pemerintah Indonesia tidak pernah menangkal (melarang) Rizieq Syihab masuk kembali ke Indonesia. Masalah Rizieq Syihab adalah “over stay, hal itu adalah kewenangan pemerintah Arab Saudi.

“Paspor Rizieq Syihab masih berlaku hingga 25 Februari 2021, dan ia keluar dari Indonesnesai sejak 27 April jadi kurang lebih 2 tahun sudah keluar dari Indonesia. Pihak Indonesia tidak bisa intervensi terhadap kewenangan negara tujuan yaitu Arab Saudi,” ujar Ronny Sompie kepada wartawan di Pontianak, Kamis (14/11). Ronny Sompie berada di Pontianak dalam rangka peresmian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong.

Dikatakan Rizieq Syihab keluar dari Indonesia sudah kurang lebih dua tahun lalu untuk keperluan bisnis. Keberangkatan seseorang keluar negeri adalah bergantung kepada pemegang paspor, apakah berkaitan dengan bisnis atau kunjungan lain. Keberangkatan Rizieq ke Arab Saudi hanya kunjungan bisnis yang belaku selama tiga bulan, dan bisa diajukan berkali-kali.

Informasi yang menyebutkan Rizieq dicegah, hal itu tidak benar. Pemerintah tidak pernah mencekal, itu adalah kewenangan dan kedaulatan mutlak satu negara yang boleh keluar atau tidak boleh keluar, dalam hal ini negara Arab Saudi.

“Jika ia tidak boleh keluar berarti dicegah oleh negara Arab Saudi dan pemerintah Indonesia tidak boleh ikut campur dan intervensi terhadap Kerajaan Arab Saudi tentang masalah itu,” ujar Sompie.

Pemerintah sesuai dengan pasal 14 UU Nomor 6 Tahun 2011 tidak bisa mencegah dan menangkal warga negara yang ingin kembali ke negaranya. Negara bisa menangkal untuk warga negara asing yang membahayakan keamanan

“Jadi pemerintah Indonesia tidak pernah mencekal Rizieq Syihab kembali ke Indonesia, namun pencekalan Rizieq adalah kewenangan Arab Saudi karena masalah over stay,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan