Umur Kurang dari 50 Tahun, Nurul Ghufron Yakin Tak Langgar UU KPK

Umur Kurang dari 50 Tahun, Nurul Ghufron Yakin Tak Langgar UU KPK
Nurul Ghufron. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / JAS Selasa, 19 November 2019 | 18:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V terpilih tersandung batas usia. Nurul Ghufron saat ini berusia 45 tahun, sementara UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK mensyaratkan usia minimal pimpinan KPK adalah 50 tahun.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ghufron meyakini usianya tidak melanggar Pasal 29 huruf e UU nomor 19/2019 yang mensyaratkan pimpinan KPK berusia paling rendah 50 tahun dan paling tinggi 65 tahun pada proses pemilihan. Ghufron menyatakan saat disahkan sebagai pimpinan KPK dalam Rapat Paripurna DPR pada 16 September 2019 masih menggunakan UU nomor 30 tahun 2002 atau UU sebelum revisi. Sementara UU hasil revisi disahkan DPR sehari kemudian atau 17 September 2019.

"Berkaitan dengan pasal 29 e (UU 19/2019) persyaratan usia pimpinan KPK sebagaimana disampaikan pimpinan DPR, bahwa saya diproses pada saat UU 30 2002 versi lama yang mempersyaratkan masih usianya 40 tahun. Maka kemudian apa yang telah diproses dan diparipurnakan di DPR itu sudah terjadi sebelum UU KPK yang baru, yang belum direvisi. Setiap UU kan tidak boleh berlaku surut. Intinya begitu," kata Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Sebagai pimpinan KPK terpilih, Ghufron memastikan bakal patuh dan menegakkan UU 19/2019. Apalagi, UU tersebut telah diundangkan.

"Itu sudah menjadi keputusan dan diundangkan. Maka bagi kami adalah akan menegakkannya," katanya.

Ghufron bersama pimpinan KPK Jilid V terpilih lainnya, Lili Pintauli Siregar mendatangi Gedung KPK pada hari ini. Keduanya ingin bertemu dan berkenalan dengan para pimpinan dan pegawai KPK. Hal ini dilakukan keduanya sebagai bagian dari adaptasi sebelum dilantik dan mulai bekerja sebagai Pimpinan KPK Jilid V.

"Sekadar untuk ya adaptasilah, artinya supaya kemudian agenda-agenda apa yang sudah diselesaikan dan perlu kami lanjutkan itu sudah mulai tertransfer. Intinya itu," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan