Terduga Teroris AD Terlibat 3 Kasus Bom

Terduga Teroris AD Terlibat 3 Kasus Bom
Ilustrasi penangkapan teroris (Foto: Antara)
Aries Sudiono / FMB Rabu, 20 November 2019 | 10:07 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Arif Darmawan Muhammad alias AD (35) terduga teroris asal Kelurahan Gampeng, Kecamatan Bangil yang baru tiga bulan pindah ke rumah barunya di Gang Asri Kelurahan Kresikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (18/11/2019) pagi yang lalu hingga kini masih dalam pemeriksaan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Ia dipastikan terkait dengan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) baru lalu dan bom Bangil tahun 2018.

AD yang semula menjalani pemeriksaan di Mapolres Pasuruan Kota dan Polda Jatim di Surabaya, akhirnya diterbangkan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Diperoleh informasi, AD ternyata pernah diberangkatkan ke Suriah untuk membantu pasukan ISIS, namun sampai di Turki ia dikembalikan (deportan) tahun 2016. AD yang selama tinggal di Pesanggrahan RT-04/RW-02 Kelurahan Gampeng itu semula tidak diketahui pekerjaannya dan hanya nampak aktif di pengajian-pengajian komunitas tertentu.

71 Terduga Teroris Ditangkap Densus Setelah Bom Bunuh Diri di Medan

“Sudah dibawa penyidik Densus 88 ke Markas Kelapa Dua,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi, Rabu (20/11). Ia membenarkan, bahwa AD dipastikan merupakan jaringan dari aksi teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Barung menolak menjelaskan lebih rinci atas informasi bahwa AD merupakan salah satu taklim kajian dari Nibras dan Adam. AD pula yang pernah membantu pelaku peledakan bom Plaza Sarinah dan Pos Polisi di Jalan Thamrin Jakarta bersembunyi di rumahnya di Pasuruan. “Itu wewenang Densus 88,” ujarnya.

AD semula ditangkap bersama isterinya, berinisial DM (27) di sebuah toko kelontong di dekat Perumahan Permata Indah, di lingkungan Bakalan, Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, setelah mengantarkan dua orang anaknya berangkat ke sekolah. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah AD dengan mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sepeda motor Honda Revo, KTP dan KK atas nama AD, surat nikah dan uang tunai Rp 200.000.

Terduga Teroris Asal Pasuruan Ditangkap

Menurut Lurah Kresikan, Yusmaniar Reza yang dikonfirmasi semalam menyebutkan, bahwa petugas Densus 88 mengamankan sejumlah surat-surat seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK) AD yang lama karena terduga teroris itu belum memiliki KK dan KTP sebagai warga Kelurahan Kersikan. “Mereka memang belum mengurus surat pindah dari asalnya di Kelurahan Gampeng, Kecamatan Bangil kd Kresikan. Mereka masih tiga bulan menempati rumahnya yang baru dibeli melalui seorang perantara berinisial RK,” katanya.

Yusmaniar Reza membenarkan, bahwa selama ini terduga teroris AD adalah asli kelahiran Pasuruan. Ia bekerja sebagai sales sparepart (onderdil) sepeda motor. “Biasanya dia keluar pagi untuk jual onderdil sepeda motor,” katanya. Sementara itu istri AD berinisial DM yang setiap harinya mengenakan cadar (kain hitam penutup muka) sempat ikut dibawa petugas ke Mapolres Pasuruan Kota. Namun selang menjelang lepas tengah hari, ia diizinkan kembali pulang. Terduga teroris AD sesuai keterangan dari Kombes Pol Frans Barung Mangera dibawa tim Densus 88 ke Mako Brimob Mabes Polri.

Menurut sejumlah tetangganya, AD selama tiga bulan tinggal di rumah barunya dikenal baik dan terkesabn biasa-biasa saja walaupun jarang bersosialisasi dengan tetangga. “Kalau isterinya yang bercadar itu memang tertutup,” ujar SK salah seorang tetangganya yang enggan disebut jati dirinya. Terduga teroris AD dan isterinya memang jarang berkomunikasi dengan tetangga karena semula diduga masih malu-malu. “Istrinya masih muda, namanya DM. Masih muda tetapi anaknya sudah dua itulah mungkin kita duga malu dan enggan bertandang ke tetangga kanan-kiri,” tambah SK.



Sumber: Suara Pembaruan