Periksa Ade Armando, Penyidik Ajukan 16 Pertanyaan

Periksa Ade Armando, Penyidik Ajukan 16 Pertanyaan
Ade Armando ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 20 November 2019 | 15:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Ade Armando, rampung menjalani pemeriksaan sebagai terlapor soal kasus unggahan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker di media sosial. Ade menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019) hari ini. Penyidik mengajukan 16 pertanyaan kepadanya pada saat pemeriksaan.

"Sekitar kalau total 16. Tapi yang menyangkut secara spesifik tentang tuduhannya bu Fahira itu sekitar enam atau tujuh pertanyaan," ujar Ade Armando, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019).

Dikatakan Ade, penyidik menanyakan bagaimana gambar meme Anies bisa berada di ponselnya, siapa yang mengirimkan, termasuk apa tujuannya mengunggah foto itu.

"Kenapa foto itu bisa ada di ponsel, sampai siapa yang mengunggah, siapa yang mengirimkan, apa maksud saya mengirimkan foto itu, kira-kira itu. Yang paling inti enam sampai tujuh pertanyaan, karena 16 itu pertanyaan pribadi, apakah saya mengelola Facebook saya sendiri dan lainnya," ungkapnya.

Ade menyampaikan, pada intinya penyidik meminta dirinya menjelaskan soal pengaduan Fahira terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

"Intinya adalah saya dituduh dengan sengaja mengubah, merusak, menambahkan, mengurangi sebuah foto resmi dari pak Anies Baswedan, sehingga dia menyerupai tokoh joker. Itu pasal yang dituduhkan pada saya karena menurut pasal tersebut perubahan tersebut mengandung ancaman pidana," katanya.

Ade menjelaskan, dirinya tidak membuat, mengubah, merusak foto Anies Baswedan. Dirinya hanya mengambil gambar meme Anies di galeri kamera.

"Hanya saya ambil dari sebuah gambar di galeri kamera saya yang bahkan sudah saya hapus sekarang ini. Saya tidak ketahui siapa yang mengirimkan kepada saya. Tapi saya pikir gambar tersebut mewakili sikap banyak orang Jakarta dan saya sendiri tentang apa yang dilakukan pak Anies yaitu, Pemda DKI mengeluarkan rencana anggaran Rp 82 miliar untuk Aica Aibon. Gambar itu dalam rangka menyindir pak Anies, tapi gambar itu bukan saya yang membuat, mengubah, menambahkan mengurangi atau merusak, itu yang saya jelaskan kepada pak penyidik," katanya.

Ade membenarkan, dirinya mengunggah gambar itu lewat akun Facebook miliknya kepada penyidik.

"Lewat akun Facebook saya, itu juga ditanyakan. Itu akun Facebook saya, saya sendiri yang menguploadnya, jadi bukan melalui admin. Jadi saya sadar itu saya lakukan tidak ada perubahan di situ. Saya ditunjukkan foto dari Facebook saya, saya bilang itu benar Facebook saya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com