Ade Armando Minta Fahira Idris Lebih Pikirkan Nasib Rakyat

Ade Armando Minta Fahira Idris Lebih Pikirkan Nasib Rakyat
Ade Armando ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 20 November 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Ade Armando, meyakini kalau dirinya tidak bersalah atas laporan kasus unggahan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial. Ade Armando meminta agar Fahira Idris untuk lebih memikirkan tugasnya sebagai senator di DPD ketimbang mengurus soal meme Anies Baswedan.

Sebab dirinya tidak mengubah, merusak atau mengurangi foto resmi Anies. Dia mendapatkan gambar meme itu dari orang lain, kemudian diunggah di akun Facebooknya.

"Jadi kalau pandangan saya karena tuduhannya adalah mengubah, menambahkan, mengurangi, merusak ya, karena saya merasa tidak melakukan itu, maka saya merasa seharusnya saya tidak bersalah dalam hal ini," ujar Ade Armando, usai diperiksa sebagai terlapor, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019).

Dikatakan Ade, dirinya sudah menyampaikan kalau tidak merubah gambar itu kepada Fahira dan kuasa hukumnya pada saat bertemu dalam acara di televisi.

"Saya berulang kali mengatakannya kepada bu Fahira dan kuasa hukumnya bahwa bukan saya yang mengubah. Tapi beliau rupanya masih merasa tidak puas dan melaporkannya kepada polisi," ungkapnya.

Kendati demikian, Ade menyampaikan, membuat laporan polisi merupakan hak setiap orang, termasuk Fahira Idris. "Saya menganggap itu hak buat bu Fahira untuk melaporkan saya. Dalam demokrasi itu biasa saja. Tapi berulang kali sudah saya sampaikan kepada beliau, pertama ini (gambar) bukan saya yang buat. Kedua, ibu sebagai DPD mbok ya dipikirkan nasib rakyat daripada sekadar meme yang sebenarnya tujuannya adalah mengkritik seorang gubernur yang Pemdanya itu menganggarkan pembelian banyak hal yang tidak masuk diakal," katanya.

Sebelumnya diketahui, Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait unggahan gambar atau meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial Facebook.

Laporan Fahira tercatat dengan nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com