Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gunungkidul, Bom Panci Dijinakkan

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Gunungkidul, Bom Panci Dijinakkan
Ilustrasi. ( Foto: Antara/ Dedhez Anggara )
Fuska Sani Evani / FMB Kamis, 21 November 2019 | 09:42 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Tim Densus 88 menangkap terduga teroris Markino (47) alias Abu Umar di Dusun Ngunut Tengah Desa Ngunut Kecamatan Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Rabu (20/11/2019) bersama terduga, juga diamankan beberapa barang-barang dari rumah M dan mertuanya yakni empat buah panci yang diduga berisi bahan-bahan peledak, satu senjata rakitan dan beberapa biji peluru, satu senjata angin laras panjang, panah beserta anak panah, busur, pedang samurai, dan buku-buku tauhid.

Tim Gegana Polda DIY langsung meledakkan beberapa bom rakitan di kebun belakang rumah Markino. Suara ledakan pun membuat kaget warga yang berkerumun melihat proses penggeledahan rumah Markino.

Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Cirebon

Tetangga dusun, yang kebetulan lewat, Martono (45) mengaku kaget, sebab dirinya sering datang ke lokasi dan mengetahui sosok Markino. Menurut Tono, Markino bukan warga asli, dia hanya tinggal dan ikut keluarga istrinya. “Sudah lama tinggal, tetapi orang-orang bilang dia misterius. Sering diajak kumpulan oleh Ketua RT tapi tidak mau. Hanya di rumah dan nunggu warung,” kata Tono.

Berdasar pengakuan Tono, terduga teroris memang menjauh dari masyarakat dan sinis terhadap pembeli di warungnya. “Kalau melayani pembeli, tanpa kata-kata, alias tidak bicara. Senyum juga tidak,” kata Tono.

Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan membenarkan, satu terduga teroris di Desa Ngunut ditangkap tim Densus. Namun, dia mengaku tidak bisa memberikan keterangan detail terkait proses penangkapan.

Terduga Teroris AD Terlibat 3 Kasus Bom

"Kami hanya ikut membantu mengamankan lokasi saja. Kegiatan langsung dari tim Densus," katanya.

Saat diamanankan terduga sedang keluar membeli bensin dan istrinya juga turut diamankan.

"Kami hanya melakukan pengamanan," katanya lagi.

Menurut kesaksian warga sekitar, penggerebekan di sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga M tersebut dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Terduga menempati rumah tersebut bersama istri dan anaknya, serta memiliki warung kelontong dan menjual bensin eceran.

Namun Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, ketika dihubungi mengatakan bahwa Polda DIY hanya membantu. Seluruhnya merupakan kewenangan Densus 88.

"Memang benar bahwa di wilayah Gunungkidul ada penangkapan terduga teroris atau penindakan yang dilakukan oleh teman-teman dari densus 88. Polda DIY dalam hal ini back up kegiatan yang dilakukan oleh Densus 88," jelas Kombes Pol Yuliyanto.

Setelah dilakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti oleh Densus 88, akan dilakukan pemeriksaan terduga teroris. Namun pemeriksaan tersebut tetap wewenang dari Densus 88.

Jelang Natal dan Tahun Baru, 71 Terduga Teroris Diringkus Hidup-Mati



Sumber: Suara Pembaruan