Komisi III DPR Bentuk Panja Kinerja BNN

Komisi III DPR Bentuk Panja Kinerja BNN
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Hotman Siregar / YS Kamis, 21 November 2019 | 22:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Komisi III DPR merekomendasikan pembentukan panitia kerja (panja) penanggulangan narkotika untuk memperkuat kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN). Ini merupakan kesimpulan akhir setelah Komisi III DPR melakukan rapat kerja dengan BNN yang dihadiri Kepala BNN Heru Winarko.

"Sebagai kesimpulan rapat hari ini, saya putuskan untuk pembentukan panja," Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap yang memimpin rapat dengan BNN, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Menurut politisi PAN ini, pembentukan panja diharapkan dapat menjadi solusi baru dalam memberantas peredaran narkotika di Tanah Air.

"Pak Heru (Kepala BNN Heru Winarko), debat seperti ini sudah sering kita lakukan dari tahun ke tahun. Tetapi data pengguna narkoba terus meningkat. Jadi solusinya ialah pembentukan panja. Nanti kita libatkan semua lembaga terkait," ujar Mulfachri.

Selanjutnya, kata Mulfachri, pembentukan panja akan didiskusikan dalam rapat pleno pimpinan Komisi III DPR.

Kepala BNN Heru Winarko menyambut baik usulan tersebut. "Kami setuju sekali pimpinan jika itu bertujuan untuk menguatkan kerja BNN," kata Heru di depan anggota Komisi III.

Anggota Komisi III DPR menilai program pemberantasan BNN di bawah kepemimpinan Heru tidak membawa harapan baru terkait pemberantasan narkotika.

Anggota Komisi III dari fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, jika BNN tak kunjung bisa memberantas peredaran narkoba di Indonesia, sebaiknya dibubarkan saja.

Menurut Masinton, meski difasilitasi dengan anggaran yang bernilai triliunan, BNN justru belum mampu mendeteksi dan memberantas narkoba. Karena itu, dia pun mempertanyakan kinerja BNN selama ini.

"Kalau memang ini jadi rutinitas saya minta BNN dievaluasi, bubarkan," ujar Masinton.

Masinton pun mengatakan komisinya akan merevisi Undang-undang Narkotika untuk meleburkan BNN dengan Polri, jika kinerja BNN tak kunjung membaik.

"Dilebur saja nggak perlu lagi. Nggak ada progress. Setiap hari saya cemas dengan anak saya. Tetangga kita ini Pak cemas dengan anaknya kita takut dengan pergaulan anak kita sendiri hari ini Pak," pungkas Masinton.



Sumber: Suara Pembaruan