Geram Desak Otto Hasibuan Maju Kembali Jadi Ketum Peradi

Geram Desak Otto Hasibuan Maju Kembali Jadi Ketum Peradi
Dukungan dari Gerakan Advokat Muda (Geram) agar Otto Hasibuan bersedia kembali menjadi Ketua Umum Peradi ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Minggu, 24 November 2019 | 22:16 WIB

Jakarta, Beriasatu.com - Gerakan Advokat Muda (Geram) mendesak Otto Hasibuan untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2020-2025.

Ketua Umum Geram Dharma Hutapea mengatakan perpecahan Peradi muncul setelah Otto Hasibuan mengundurkan diri dari Ketum Peradi, membuat prihatin banyak pihak karena sudah tidak sejalan dengan amanat UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

"Kondisi ini semakin menjauh dari cita-cita advokat Indonesia mewujudkan Peradi sebagai wadah tunggal organisasi advokat yang independen," kata Dharma di sela-sela dukungan terhadap Otto Hasibuan di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Dharma menambahkan keadaan ini diperparah lagi dengan Surat Ketua Mahkamah Agung (SKMA) 073 Tahun 2015. Surat tersebut secara langsung telah menimbulkan dampak negatif yaitu munculnya banyak organisasi advokat baru bagaikan cendawan di musim hujan mengakibatkan menurunnya kalitas dan standarisasi kompetensi advokat, serta hilangnya otoritas pengawasan terpusat terhadap praktek profesi advokat.

"Surat tersebut membuat menjamurnya organisasi advokat. Hal ini menyebabkan pengingkaran terhadap kemuliaan profesi advokat sekaligus menurunkan muruah dan kewibawaan organisasi advokat yang semestinya menjadi kekuatan penyeimbang yang independen, dan menjadi sahabat para pencari keadilan dalam praktek penyelenggaraan kekuasaan negara," tambah Dharma.

Menurut Dharma meski belum lama berdiri, Geram saat ini mepunyai anggota lebih dari 1.000 advokat muda. Dia mengaku mendapatkan banyak permintaan advokat muda dari berbagai daerah untuk mendesak Otto Hasibuan agar dapat menyatukan kembali advokat dalam satu organisasi yaitu Peradi sebagai single bar. Pasalnya, dengan bersatunya organisasi advokat tersebut maka mutu advokat dapat ditingkatkan guna menghadapi berbagai tantangan, dan perubahan berbagai aturan hukum.

Orang Yang Tepat
Sekretaris Geram Junianton Panjaitan menegaskan Munas Peradi tahun 2020 merupakan momentum strategis yang sangat menentukan masa depan Peradi. Oleh karenanya, Peradi harus dipimpin orang yang tepat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan mampu menyiapkan kondisi-kondisi yang baik untuk transisi kepemimpinan kepada generasi advokat muda pada masa yang akan datang.

"Setelah mencermati keadaan ini, kami para advokat muda Peradi memandang bahwa untuk bisa menyelesaikan persoalan ini diperlukan seorang tokoh advokat senior yang berpengalaman membangun dan memimpin organisasi advokat, tokoh memiliki jaringan baik di dalam maupun di luar negeri, tokoh yang tulus melayani dan rela berkorban, tokoh yang terus konsisten memperjuangkan Peradi sejak awal berdiri sampai sekarang," jelas Junianton.

Junianton menambahkan selama kepemimpinan Otto Hasibuan sebagai Ketua Umum Peradi periode sebelumnya, Peradi diakui sebagai single bar dan diakui didalam maupun di luar negeri. Bahkan sekarang Otto bercita-cita menjadikan advokat sebagai “Primus Inter Pares” the best of the best, terbaik dari yang terbaik. Sehingga diharapkan beliau bisa mengatasi semua persoalan yang terjadi. Untuk itu, Geram berkeyakinan persatuan tersebut dapat terwujud kembali.

"Dia telah berpengalaman, dan selama kepemimpinan beliau advokat bisa bersatu, dan mempunyai kualitas yang telah diakui IBA yaitu organisasi advokat dunia," tambah Junianton.



Sumber: Suara Pembaruan