Komisi III DPR Minta Oknum Makelar Proyek Diselidiki

Komisi III DPR Minta  Oknum Makelar Proyek Diselidiki
Ilustrasi proyek infrastruktur. ( Foto: ANTARA / Dokumentasi )
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 29 November 2019 | 21:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding angkat bicara terkait oknum yang diduga kerap memeras kepala daerah. Sudding telah mengetahui oknum yang melakukan pemerasan lewat modus permintaan jatah maupun mengatur proyek dengan mencatut nama mantan Jaksa Agung HM Prasetyo.

“Ada dua nama (yaitu) Imelda dan Pudji,” kata Sudding dalam keterangan tertulis yang  diterima Beritasatu.com, Jumat (29/11/2019). Meski begitu, Sudding tidak menjelaskan secada detil latar belakang Imelda dan Pudji sebagaimana dimaksud.

Menurut Sudding, Imelda dan Pudji kerap mencatut nama HM Prasetyo untuk mengintimidasi para jaksa ataupun kepala daerah dalam rangka mengatur proyek-proyek di daerah tertentu. “Dia (Pudji) yang selalu mengatasnamakan jaksa agung dan mengatur-ngatur institusi kejaksaaan dan proyek,” ucap Sudding.

Sudding mengatakan, Imelda merupakan sosok yang sering mendapat proyek alat kesehatan (alkes) di berbagai daerah. Sementara Pudji merupakan sosok yang dianggap sebagai makelar proyek. Hal ini, lanjut Sudding, baru sebatas dugaan. Pasalnya, nama Pudji sendiri juga pernah disebut oleh anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dan Ketua Komisi III Herman Hery.

“Bisa jadi, nama Pudji yang diungkapkan Arteria Dahlan dan Ketua Komisi III Herman Hery, modusnya, hampir sama dengan Imelda, dan nama yang diungkap hanya sebatas Pudji,” ungkap Sudding.

Sebelumnya, dalam kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) antara DPR dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), kata Sudding, Komisi III mendesak dan meminta kepada Kejaksaan Agung agar dua orang tersebut diproses hukum.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi III Supriansa. Nama Imelda dan Pudji diakuinya dipertanyakan oleh sejumlah dewan saat RDP dengan Kejagung. Meski demikian, Supriansa mengaku tidak kenal dengan sosok Imelda dan Pudji. “Saya juga tidak kenal siapa mereka itu,” ucap Sudding.



Sumber: Suara Pembaruan