Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM Harus Didukung

Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja dan UMKM Harus Didukung
Sandiaga Uno. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / AO Jumat, 29 November 2019 | 22:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan wakil gubernur DKI Jakarta yang juga pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, rencana pemerintah yang akan menerapkan undang-undang baru Omnibus Law, khususnya yang terkait penciptaan lapangan kerja dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) perlu terus didorong agar segera terlaksna. Semua itu demi untuk menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM yang ada di Indonesia.

Menurut Sandiaga, kondisi ini dikarenakan sekitar 97% ekonomi Indonesia itu adalah UMKM. Di sisi lain, lebih dari 98% lapangan kerja di Indonesia diciptakan oleh UMKM.

"Kita harus memastikan bahwa UMKM juga bisa tumbuh berkembang serta produk dan jasa milik Indonesia bisa berjaya dalam situasi ketegangan yang diakibatkan oleh perang dagang antara Amerika dan Tiongkok," kata Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam seminar AAYCCP 3.0 x AIRMAC yang digelar BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (29/11/2019).

Dikatakan Sandiaga, Indonesia seharusnya memang bisa melihat peluang sebagai akibat adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Menurutnya, inovasi yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong percepatan reformasi struktural, khususnya di bidang ketenagakerjaan, perpajakan, dan kemudahan berinvestasi.

Dirinya pun menyarankan untuk pemberdayaan UMKM bisa diberikan kesempatan kepada anak-anak muda. Hal ini dikarenakan anak-anak muda saat ini membutuhkan satu kebijakan sehingga mereka bisa memulai startup teknologi, terutama mengenai bisnis-bisnis yang sekarang yang disebut sebagai digital ekonomi.

"Program-program prioritas pemerintah ini mestinya mengarahkan kepada bagaimana kebijakan yang diperlukan agar ketidakpastian dunia ini tetap bisa memberikan peluang untuk ekonomi kita bertumbuh dan membuka lapangan pekerjaan," kata Sandiaga.



Sumber: Suara Pembaruan