Pemilihan Kabareskrim Tidak Boleh Diintervensi

Pemilihan Kabareskrim Tidak Boleh Diintervensi
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis (tengah) dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 4 November 2019/ (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / FER Sabtu, 30 November 2019 | 20:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Idham Azis hingga saat ini belum memilih nama calon Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Kondisi tersebut diyakini sebagai konsekuensi dari proses seleksi.

IPW Desak Kapolri Segera Tunjuk Kabareskrim Baru

Menyingkapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni, meminta semua pihak untuk tidak mengintervensi Kapolri dalam proses seleksi pemilihan Kabareskrim.

"Terkait belum ada sosok diumumkan, saya meyakini hal itu karena sedang dalam proses pemilahan agar Kapolri Jenderal Idham Azis tidak salah memilih asistennya dan bukan bagi-bagi kekuasaan," kata Sahroni, di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Menurut Sahroni, Bareskrim memiliki fungsi strategis yang menjadi gambaran citra Polri karena bersentuhan secara langsung dengan masyarakat terkait penegakan hukum di Indonesia.

Bintang Dua dan Tiga Sama-sama Berpeluang Jadi Kabareskrim

Sahroni menilai, wajar jika Kapolri akan memilih sosok terbaik berkualitas yang akan membantunya melakukan fungsi penegakan hukum. Dirinya pun meyakini penentuan sosok Kabareskrim bukan sebagai bentuk berbagi kekuasaan di tubuh Polri.

Menurutnya, pemilihan Kabareskrim tentunya tidak boleh dipengaruhi pihak eksternal. Loyalitas hingga kemampuan bersinergi dalam percepatan program menjadi alasan terpenting mengapa penentuan Kabareskrim harus menjadi hak sepenuhnya Kapolri.

"Tidak boleh ada pihak eksternal yang boleh ikut campur dalam penentuan Kabareskrim. Saya selaku Wakil Ketua Komisi III mendukung Kapolri. Siapapun yang terpilih menjadi asisten Kapolri sebagai Kabareskrim itu adalah yang terbaik untuk Polri," tandas Syahroni.



Sumber: Suara Pembaruan