Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Eks Ketua KPPU Syarkawi Rauf

Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Eks Ketua KPPU Syarkawi Rauf
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf ( Foto: istimewa / Istimewa )
Fana Suparman / FMB Senin, 2 Desember 2019 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) yang menjerat Dolly Parlagutan Pulungan selaku Dirut PT Perkebunan Negara (PTPN) III Persero. Untuk mendalami kasus suap ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Komisaris Utama PTPN VI Muhammad Syarkawi Rauf, Senin (2/12/2019). Syarkawi Rauf yang juga mantan Ketua Komisi Persaingan Usaha (KPPU) itu dijadwalkan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana.

"Yang bersangkutan (Muhammad Syarkawi Rauf) akan diperiksa untuk tersangka IKL (I Kadek Kertha Laksana)," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2019).

Belum diketahui materi yang bakal digali penyidik dalam pemeriksaan terhadap Syarkawi Rauf. Namun nama Syarkawi Rauf muncul dalam dakwaan terhadap pengusaha gula yang juga pemilik PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi. Syarkawi Rauf disebut turut menerima uang SGD 19.300 atau sekitar Rp 1,96 miliar dari Pieko. Berdasar surat dakwaan Jaksa KPK, uang itu diduga diberikan kepada Syarkawi untuk membuat kajian agar menghindari kesan adanya praktik monopoli perdagangan gula kristal putih yang dilakukan Pieko Nyotosetiadi.

Selain Syarkawi Rauf, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia X (APTRI X) Mubin dan Ketua APTRI XI Sunardi Edi Sukamto.

"Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IKL," kata Febri.

Diketahui KPK menetapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan, Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dan pengusaha gula yang juga bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019. Penetapan ketiganya sebagai tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (3/9).

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345 ribu dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.

Pieko merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III (Persero).
Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI). Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB.

Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Pieko memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9). Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar SGD 345 ribu kepada ke Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN. 



Sumber: Suara Pembaruan