Sidang Gugatan Kasus Lama Novel Baswedan Digelar

Sidang Gugatan Kasus Lama Novel Baswedan Digelar
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
/ AB Rabu, 4 Desember 2019 | 10:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang pertama gugatan perdata yang dilayangkan pengacara senior Otto Cornelis (OC) Kaligis terhadap Kejaksaan Agung dan Pengadilan Negeri Bengkulu terkait kasus lama penyidik KPK Novel Baswedan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019). Sidang gugatan ini berkaitan dengan kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet. Kasus ini terjadi saat Novel Baswedan bertugas di Bengkulu.

Berdasarkan laman resmi PN Jakarta Selatan, sidang tersebut terdaftar dengan nomor perkara 958/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL. Sidang yang terbuka untuk umum berlangsung pukul 10.00 WIB. Sidang dipimpin Hakim Ketua Ahmad Suhel serta dua hakim anggota, Mery Taat Anggarasih dan Krisnugroho.

OC Kaligis menggugat Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Bengkulu secara perdata terkait kasus wanprestasi. Dalam petitum gugatannya, OC Kaligis meminta agar hakim mengabulkan gugatan yang diajukan untuk seluruhnya.

Dia meminta hakim menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan isi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 21 Maret 2016.

Kemudian, memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Selanjutnya, memerintahkan para tergugat II, yakni Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk menyerahkan berkas perkara Nomor 3/Pid.B/2016/PN.Bgl atas nama terdakwa Novel Baswedan kepada ketua Pengadilan Negeri Bengkulu.

OC juga meminta hakim menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi kepada penggugat secara tanggung renteng, yakni kerugian materiel bahwa sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan tergugat, maka penggugat mengalami kerugian materiel sebesar Rp 1 juta. Selain kerugian materiel yang dialami akibat perbuatan yang dilakukan para tergugat, penggugat juga telah dirugikan baik waktu, tenaga, dan pikiran, yang tidak dapat diukur dengan uang. Akan tetapi, untuk memberikan kepastian hukum atas perbuatan para tergugat, penggugat menuntut ganti rugi imateriel sebesar Rp 1 juta.



Sumber: ANTARA