Kasus Impor Bawang, Nyoman Dhamantra Segera Diadili

Kasus Impor Bawang, Nyoman Dhamantra Segera Diadili
Anggota Komisi VI DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Nyoman Dhamantra mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019). KPK menahan enam orang tersangka pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dengan barang bukti uang 50 ribu dolar Amerika serta bukti transfer sebesar Rp 2,1 miliar. ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Fana Suparman / YUD Jumat, 6 Desember 2019 | 07:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menuntaskan proses penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih yang menjerat mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri selaku orang kepercayaan Nyoman dan Elviyanto yang merupakan orang dekat Nyoman.

Dengan tuntasnya penyidikan kasus ini, Nyoman Dhamantra dan dua tersangka lainnya bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan berkas penyidikan Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas penyidikan, barang bukti dan ketiga tersangka ke tahap penuntutan atau tahap 2.

"Penyidikan untuk tiga orang tersangka dalam kasus suap terkait dengan pengurusan izin import bawang putih tahun 2019 telah selesai. Hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan pelimpahan berkas, barang bukti ke penuntutan atau tahap 2," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dalam menuntaskan penyidikan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sekitar 47 orang saksi dari berbagai unsur. Dengan pelimpahan ini, tim Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap Nyoman, Mirawati Basri dan Elviyanto. Nantinya, surat dakwaan ketiganya akan dilimpahkan Jaksa ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

"Rencana sidang akan dilakukan di PN Jakarta Pusat," katanya.

Dalam kasus ini, selain Nyoman, Mirawati Basri dan Elviyanto KPK menjerat tiga pihak swasta lainnya yakni Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Nyoman Dhamantra diduga telah menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp 3,6 miliar untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda atau Afung pemilik PT Cahaya Sakti Agro. Dalam melancarkan aksinya, Afung melalui tersangka lainnya, Doddy Wahyudi mentransfer uang menggunakan money changer Indocev milik Dhamantra.

Pemulusan suap untuk pengurusan izin impor bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan suap izin impor bawang putih ke Indonesia ini.



Sumber: Suara Pembaruan