Dalam Setahun, Harta Eks Dirut Garuda Melonjak Rp 8,2 M

Dalam Setahun, Harta Eks Dirut Garuda Melonjak Rp 8,2 M
Ari Askhara. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YUD Jumat, 6 Desember 2019 | 14:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah memutuskan mencopot Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara. Pencopotan ini terkait kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton.

Dari hasil audit diketahui pemilik Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut menggunakan pesawat Garuda A330-900 adalah direksi Garuda. Ari Ashkara diketahui menjabat Dirut PT Garuda Indonesia sejak 12 September 2018 menggantikan Direktur Utama sebelumnya Pahala N Mansury.

Baca juga: Presiden Puji Menteri BUMN Copot Dirut Garuda

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir kali dilaporkan kepada KPK pada 31 Desember 2018 sebagai pimpinan tertinggi PT Garuda Indonesia, Ari mengklaim memiliki harta Rp 37,5 miliar.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra tercatat memiliki harta kekayaan Rp 37,5 miliar. Jumlah ini meningkat sekitar Rp 8,2 miliar dibanding LHKPN Ari sebelumnya. Dalam LHKPN yang disetorkan kepada KPK pada 31 Desember 2017, Ari yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (PT Pelindo III) mengaku memiliki harta Rp29,3 miliar. Peningkatan harta ini dipengaruhi dengan nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya.

Baca juga: KPK Kecewa Dirut Garuda Kembali Terlibat Skandal

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses pada Jumat (6/12/2019), dalam LHKPN tahun 2018, harta kekayaan Ari terdiri dari harta bergerak dan tak bergerak. Harta tak bergerak Ari meliputi tanah dan bangunan senilai Rp23,2 miliar yang tersebar di Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi, Buleleng, Denpasar, serta Gianyar.

Sementara itu, harta bergerak Ari meliputi beberapa kendaraan dengan harga total Rp1,37 miliar. Ari mengaku memiliki mobil Mitsubishi Pajero Sport keluaran 2012, sedan Mazda 6 keluaran 2017, dan minibus Lexus produksi 2016. Ari juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp95 juta.

Baca juga: Asosiasi Pilot Garuda Imbau Anggota Bertugas Secara Profesional

Selain itu, Ari mempunyai harta kas dan setara kas senilai Rp10,4 miliar dan harta dalam bentuk lain Rp2,3 miliar. Dalam LHKPN 2018, Ari tercatat tak memiliki utang.

Sementara untuk LHKPN tahun 2017, jumlah tanah dan bangunan sama dengan laporan kekayaan pada 2018. Namun, saat itu, nilai tanah dan bangunan Ari hanya ditaksir sekitar Rp18,4 miliar, sedangkan untuk LHKPN 2018, tanah dan bangunan Ari senilai Rp23,2 miliar.

Kendaraan milik Ari pada 2017 juga tak berbeda dengan laporan yang disampaikan di 2018. Total nilai kendaraannya saat itu Rp1,6 miliar. Selain itu, dia memiliki harta bergerak lainnya Rp112 juta, kas dan setara kas Rp7,1 miliar, dan harta lainnya Rp2,1 miliar. Arin juga mengaku tak memiliki utang. 



Sumber: Suara Pembaruan