KPK Dalami Temuan PPATK Soal Rekening di Kasino Luar Negeri

KPK Dalami Temuan PPATK Soal Rekening di Kasino Luar Negeri
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Fana Suparman / FER Minggu, 15 Desember 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai adanya sejumlah kepala daerah yang diduga menyimpan uang di kasino luar negeri. Nominal uang dalam valuta asing (Valas) yang disimpan di rekening kasino tersebut mencapai Rp 50 miliar.

Polisi dan KPK Diminta Usut Kepala Daerah Pemilik Rekening Kasino

Pendalaman ini dilakukan KPK untuk memastikan sumber uang yang disimpan kepala daerah di kasino. Lembaga Antikorupsi baru dapat menangani hal tersebut jika ditemukan bukti permulaan uang tersebut berasal dari tindak pidana korupsi.

"Ya itu bisa saja terjadi, cuma kalau itu uang pribadinya dia, kan kita harus dalami dulu sumber uang itu. Kita harus bicara predicate crime-nya juga. Kan KPK selalu masuknya predicate crime-nya jelas dulu," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Saut menyatakan, KPK harus berhati-hati mendalami sebuah informasi. Hal ini lantaran penanganan kasus korupsi menyangkut banyak hal.

PPATK Diminta Ungkap Kepala Daerah Pemilik Rekening

"Kalau dia (kepala daerah) memang punya usaha bagaimana? Nah itu kita dalaminya pelan pelan. Makanya hati-hati data PPATK tidak boleh dibuang begitu saja ke publik karena ekonomi bisa kacau, kepercayaan perbankan, dan lain-lain," kata Saut.

Saut masih enggan berbicara banyak terkait dugaan kasus ini. Dikatakan, data yang diberikan PPATK hanya untuk kepentingan intelijen. Yang pasti, Saut menyatakan koordinasi antara KPK dan PPATK selama ini berjalan baik. "Saya nggak boleh menyebutkan ya," tegas Saut.

Diberitakan, PPATK mendeteksi adanya transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah. PPATK mengendus sejumlah kepala daerah menyimpan uang di rekening kasino yang berada di luar negeri. Tak tanggung, nominal uang dalam valuta asing yang disimpan di rekening kasino tersebut mencapai Rp 50 miliar.

"Kami menelusuri adanya transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing. Jumlahnya pun signifikan, sekitar Rp 50 miliar (yang disimpan) ke rekening kasino di luar negeri," kata Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2019 di kantor PPATK, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Namun, Badaruddin tak menjelaskan lebih rinci mengenai penelusuran yang dilakukan PPATK tersebut, termasuk kepala daerah yang menempatkan uangnya di rekening kasino di luar negeri.



Sumber: Suara Pembaruan