Usai Umumkan Tersangka Baru, Laode Syarif dan Saut Situmorang Pamit

Usai Umumkan Tersangka Baru, Laode Syarif dan Saut Situmorang Pamit
Saut Situmorang dan Laode Muhammad Syarif. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Selasa, 17 Desember 2019 | 09:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif dan Saut Situmorang secara bergantian menyampaikan penetapan tersangka terhadap dua orang pengembangan dua perkara berbeda di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/12/2019) malam. Syarif menyebut pengumuman penetapan tersangka terhadap Undang Sumantri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Agama (Ditjen Pendis Kemag) dan mantan Sekretaris MA, Nurhadi merupakan konferensi pers penetapan tersangka terakhir yang disampaikannya.

"Saya mohon maaf lahir batin juga pada teman-teman semuanya, karena sepertinya ini konferensi pers terakhir bagi kami dalam mengumumkan tersangka," kata Syarif.

Baca Juga: Jadi Ketua KPK, Firli Dapat Bintang Tiga

Pernyataan Syarif sempat disanggah Saut. Menurut Saut bukan tidak mungkin akan ada pengumuman tersangka jika tim Satgas KPK menangkap penyelenggara negara melalui operasi tangkap tangan (OTT).

"Siapa tahu besok ada OTT," kata Saut.

Syarif pun menanggapi sanggahan Saut. Dikatakan, jika tidak ada hal khusus seperti OTT, pengumuman penetapan tersangka ini merupakan konferensi pers terkait penanganan perkara terakhir yang disampaikannya.

"Kecuali ada yang spesial, tapi kelihatannya ini adalah kasus terakhir yang kami umumkan, dan mohon maaf lahir batin dan terimakasih atas kerja teman-teman semuanya dalam mengawal Indonesia yang lebih baik ke depan," katanya.

Baca JugaPimpinan KPK Baru Diminta Tidak Intimidasi Saksi

Diketahui, masa kerja Syarif dan Saut bersama pimpinan KPK Jilid IV lainnya akan berakhir pada 20 Desember 2019 mendatang. Mereka akan digantikan Pimpinan KPK Jilid V periode 2019-2023 yang terdiri dari Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango. 



Sumber: Suara Pembaruan