Munaslub Peradi

Hindari Intrik dan Rekayasa, Peradi Ubah Cara Pemilihan Ketum

Hindari Intrik dan Rekayasa, Peradi Ubah Cara Pemilihan Ketum
Juniver Girsang. ( Foto: BSMH )
Yuliantino Situmorang / YS Rabu, 18 Desember 2019 | 19:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Peserta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyepakati perubahan besar tata cara pemilihan ketua umum (Ketum).

Pemilihan ketua umum yang sebelumnya melalui suara dari perwakilan Peradi di tiap daerah, pada Munas Februari 2020 mendatang akan dilakukan secara langsung berupa one person one vote atau satu orang satu suara.

Kesepakatan itu diambil ratusan advokat dari 43 DPC se-Indonesia dalam Munaslub Peradi di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

“Selama ini dengan sistem perwakilan, mengakibatkan selalu terjadi perpecahan. Perwakilan ini adalah orang-orang yang sudah digalang dengan segala cara untuk memberi suara ke ketua umum. Jadi suara itu belum tentu suara anggotanya, tetapi kepentingan calon,” ujar Ketua Umum Peradi Juniver Girsang di sela-sela Munaslub di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu sore.

Menurut Juniver, pemilihan ketua umum melalui perwakilan tidak melambangkan demokrasi. Padahal, kata Juniver, setiap orang memiliki hak yang sama dengan pengurus. Anggota bisa memilih langsung ketua yang dikehendaki, yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Jika sudah terpilih, sosok ketua umum memiliki kepercayaan penuh dari anggotanya.

“Seperti di negara kita, pemilihan presiden, DPR, dan DPRD, bahkan kepala desa, dipilih secara langsung. Peradi adalah penegak demokrasi, masa masih memilih ketua lewat perwakilan?” ujarnya.

Dalam Munaslub itu semua delegasi DPC menyetujui untuk melaksanakan amanat Munas I di Pontianak pada 30 April 2010 lalu yakni mengubah Anggaran Dasar (AD) untuk memilih Ketua Umum secara langsung (one person one vote).

Juniver menyatakan, dengan perubahan Anggaran Dasar itu, maka tahun depan sebanyak 20.000 advokat di seluruh Indonesia dapat menggunakan haknya untuk memilih Ketua Umum Peradi secara langsung.

“Dengan terlaksananya pemilihan langsung ketua umum, maka polemik permasalahan yang timbul di setiap Munas Peradi dikuasai oleh sekelompok tertentu tidak akan terjadi lagi," ujar Juniver.

Dikatakan, rekayasa dan intrik akan sulit dilakukan jika setiap anggota Peradi memiliki hak memilih secara langsung.

Ia menambahkan, sebelum pemilihan di Munas pada Februari tahun depan, para calon ketum akan berkunjung ke daerah-daerah untuk melakukan kampanye

Sementara itu, Aziun Ansari Ketua DPC Pekanbaru yang hadir dalam Munaslub menegaskan pemilihan Ketum secara langsung adalah kerinduan advokat di daerah selama ini. Perubahan Anggaran Dasar akan mencegah cara pemilihan Ketum Peradi yang penuh intrik, pemilihan dari kamar ke kamar tidak akan terulang lagi.



Sumber: Suara Pembaruan