Advokat Diminta Jujur dan Berkontribusi Nyata untuk Negara

Advokat Diminta Jujur dan Berkontribusi Nyata untuk Negara
Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Saputra bersama calon advokat Peradi dan AAI di Universitas Bandar Lampung, Sabtu, 21 Desember 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Minggu, 22 Desember 2019 | 21:22 WIB

Lampung, Beritasatu.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Saputra meminta advokat untuk bekerja secara jujur, profesional, dan memahami makna serta tujuan hukum. Menurut Azmi, advokat adalah profesi yang mulia sehingga kemuliaan harus dijaga agar benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Hal itu disampaikan Azmi saat menjadi salah satu pengajar dalam pendidikan profesi advokat Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan Peradi di Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung Sabtu (21/12/2019).

"Profesi advokat itu artinya kemuliaan, kehormatan. Jadi setiap advokat harus menjaga kemuliaan dan kehormatannya, jangan sampai advokat sendiri yang mengabaikan dan menyingkirkan kemuliaan dan kehormatan dengan kerja-kerja profesi yang menyimpang," ujar Azmi.

Azmi mengakui bahwa sampai saat ini kebanyakan masyarakat melihat image advokat masih kurang baik. Salah satu penyebabnya, kata dia, karena advokat tidak menjaga kemuliaan dan kehormatan profesinya.

"Tak jarang ada yang memanfaatkan profesi advokat untuk memeras orang, meneror dan mengancam orang dan bahkan atas nama advokat justru melanggar aturan demi kepentingan tertentu. Tanpa disadari, hal tersebut merendahkan martabat dan kemuliaan advokat," tandas dia.

Karena itu, Azmi berharap para calon advokat yang sedang dalam pendidikan harus belajar dengan baik dan benar khususnya makna dan tujuan hukum. Pendidikan hukum, kata dia, tidak hanya menyentuh aspek kualitas, tetapi juga aspek integritas seseorang.

"Kelak mampu manjadi advokat yang menunjukkan kualitas dan integritas yang baik dalam menjalankan profesinya di tengah masyarakat serta menjaga nama baik profesi advokat," tutur dia.

Lebih lanjut, Azmi mengatakan perkembangan masyarakat dan era teknologi membawa konsekuensi pada wajah hukum sehingga pembangunan penegakan hukum juga harus menjadi perhatian serius termasuk bagi kalangan profesi advokat. Menurut dia, advokat harus mampu menjaga keseimbangan kualitas keilmuan dan integritas dalam menjalankan profesinya.

"Advokat harus mampu beradaptasi, meningkatkan kualitas keilmuwan dan yang paling utama menjaga integritas, pendapat , gagasan formulasi hukum dan antisipasi dari praktisi hukum dibutuhkan masyarakat, ini kunci dalam menjalankan profesi, sehingga keberadaan advokat mampu menjadi kontribusi nyata dalam mencapai tujuan bangsa," ujar Azmi.



Sumber: Suara Pembaruan