Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Ketua KPPU

Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Ketua KPPU
Ketua KPPU Kurnia Toha di Seminar Nasional Persaingan Global, Selasa (18/12) ( Foto: BeritaSatu TV )
Fana Suparman / FMB Senin, 23 Desember 2019 | 11:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, Senin (23/12/2019). Kurnia dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara III atau PTPN III. Pemeriksaan terhadap Kurnia diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Pemasaran PTPN III‎, I Kadek Kertha Laksana.

"Yang bersangkutan (Kurnia Toha) diperiksa untuk tersangka IKL (I Kadek Kertha Laksana)," kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi.

Belum diketahui secara pasti kaitan Kurnia Toha dengan kasus suap distribusi gula. Namun, dalam surat dakwaan terhadap Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo (FMT) Pieko Njotosetiadi, Jaksa KPK mengungkap adanya aliran uang yang diterima oleh mantan Ketua KPPU, Syarkawi Rauf yang kini menjabat Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI. Syarkawi Rauf disebut m menerima uang SGD 19.300 atau sekitar Rp 1,96 miliar dari Pieko. Berdasar surat dakwaan Jaksa KPK, uang itu diduga diberikan kepada Syarkawi untuk membuat kajian agar menghindari kesan adanya praktik monopoli perdagangan gula kristal putih yang dilakukan Pieko Nyotosetiadi.

Selain Kurnia Toha, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Adinda Anjarsari Sekretaris Direktur Pemasaran PTPN III Holding. Adinda juga dijadwalkan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan I Kadek Kertha Laksana yang merupakan atasannya.

"Yang bersangkutan juga diperiksa untuk tersangka IKL," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan, Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana dan pengusaha gula yang juga bos PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi gula di PTPN III tahun 2019. Penetapan ketiganya sebagai tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (3/9).

Dolly melalui Kadek Kertha Laksana diduga menerima suap sebesar SGD 345.000 dari Pieko. Suap ini diberikan terkait distribusi gula di PTPN III.

Pieko merupakan pemilik dari PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula. Pada awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk menjadi pihak swasta dalam skema long term contract dengan PTPN III (Persero).
Dalam kontrak ini, pihak swasta mendapat kuota untuk mengimpor gula secara rutin setiap bulan selama kontrak berjalan. Di PTPN III terdapat aturan internal mengenai harga gula bulanan yang disepakati oleh tiga komponen yaitu PTPN III, Pengusaha Gula, dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI). Dalam sebuah pertemuan, Dolly meminta uang pada Pieko terkait persoalan pribadinya untuk menyelesaikannya melalui ASB.

Dolly kemudian meminta Kadek Kertha Laksana untuk menemui Pieko untuk menindaklanjuti permintaan uang sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Pieko memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin untuk mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9). Selanjutnya Corry mengantarkan uang sebesar SGD 345.000 kepada ke Kadek Kertha Laksana di Kantor KPBN. 



Sumber: Suara Pembaruan