Penipu Nasabah Kredivo Berhasil Dibekuk Polisi

Penipu Nasabah Kredivo Berhasil Dibekuk Polisi
Ilustrasi penipuan ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / YUD Senin, 23 Desember 2019 | 19:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akal bulus Abdul Rahman alias Ambo (28) Cs membawanya berurusan dengan Dit Siber Bareskrim Polri. Bersama tiga orang komplotannya mereka disangka dengan tindak pidana penipuan pinjaman online.

Korbannya PT FinAccel Digital Indonesia atau Kredivo. Nilainya sebesar Rp 500 juta. Modusnya komplotan ini menyaru sebagai Kredivo. Sasarannya adalah para nasabah Kredivo.

Kepada para nasabah itu mereka mengirim SMS blast yang berisi iming-iming penambahan limit pinjaman Rp 30-Rp50 juta dengan mudah.

“Jika berhasil memengaruhi korban, berikutnya tugas tersangka Herman dan Taufik meminta user name dan password akun korban. Karena percaya korban memberikannya,” kata Kasubdit II Direktorat Siber Kombes Rickynaldo Chairul di Mabes Polri, Senin (23/12/2019).

Dari sinilah kejahatan ini bermula. Dana di akun korban yang telah dibajak itu lalu digunakan pelaku untuk pembelian pulsa pada beberapa marketplace seperti Bukalapak.

Belakangan Kredivo pun menderita kerugian karena pembelian itu tentu tidak dibayar oleh pemilik akun yang asli karena mereka merasa tidak pernah melakukan pembelian itu.

Komplotan licik ini mendapat nomor nasabah Kredivo dengan cara membeli dari situs di darkweb. Tersangka dijerat pasal berlapis yakni UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Polisi masih memburu satu DPO berinisial RH yang diduga sebagai ketua komplotan penipu jaringan Pare-Pare dan Wajo, Sulawesi Selatan itu.



Sumber: BeritaSatu.com