Erick Thohir Pasang Badan untuk Bos Jiwasraya

Erick Thohir Pasang Badan untuk Bos Jiwasraya
Erick Thohir. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Senin, 23 Desember 2019 | 20:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku bakal pasang badan untuk melindungi Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko.

Menurut Erick, Hexana telah andil besar dalam mengungkapkan kasus skandal gagal bayarnya ribuan polis asuransi Jiwasraya di masa kepemimpinan Hendrisman Rahim.

Selain itu, perlindungan juga diberikan agar Hexana tidak mendapat tekanan dari berbagai pihak yang tidak suka atas upaya pemerintah membongkar kasus Jiwasraya.

"Yang penting Pak Hexana yang sekarang sudah berbuat bagus. Beliau harus kita jaga karena beliau kan mohon maaf, yang membuka, gitu loh. Nah ini kita harus lindungi beliau karena jangan sampai beliau ada tekanan-tekanan, karena beliau orang baik, terbukti mau kerja," ucap Erick di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Erick mengapresiasi usaha Hexana untuk memperbaiki perusahaan asuransi pelat merah tersebut, meskipun dia mengetahui bahaya resiko yang bakal dihadapinya.

"Coba berapa banyak sekarang figur-figur bagus Indonesia mau kerja di perusahaan yang kurang baik," ujar Erick.

Diketahui, Jiwasraya sedang mengalami masalah keuangan serius sehingga gagal membayar klaim nasabahnya untuk produk saving plan.

Produk yang dijual melalui jalur kerja sama dengan bank mitra ini melibatkan tujuh bank, yakni BRI, BTN, Bank DBS Indonesia, KEB Hana Bank Indonesia, Bank QNB Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan Bank Victoria.

Pada Oktober 2018 lalu, perseroan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas tersebut. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan masalah keuangan disebabkan oleh pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam investasi.

Pelanggaran dilakukan dengan menginvestasikan dana nasabah di aset berisiko. Salah satu investasi dilakukan dengan menempatkan 22,4 persen atau Rp5,7 triliun di saham.



Sumber: BeritaSatu TV