Polda Sumut Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional

Polda Sumut Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / WBP Selasa, 24 Desember 2019 | 21:21 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap jaringan narkoba internasional dari sejumlah lokasi. Polisi menangkap tiga tersangka narkoba, dimana salah satunya merupakan bandar besar dengan barang bukti sabu 10 kilogram (kg).

"Bandar besar narkoba yang tewas itu adalah Suhaimi. Dia tewas saat di perjalanan saat dibawa petugas ke rumah sakit. Dia ditembak karena berusaha melarikan diri, dan tidak mengindahkan tembakan peringatan," tegas Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (24/12/2019).

Didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto dan Direktur Narkoba, Kombes Pol Hendrik Marpaung, Kapolda mengatakan, Suhaimi ditangkap di Jalan Lintas, kawasan Lubuk Pakam. Dia ditangkap atas pengembangan penangkapan terhadap Iliyas Ishak dan Ibnu Fajar. Iliyas Ishak ditangkap di Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan petisah, Kota Medan, Rabu (18/12/2019). Polisi mengamankan sebuah tas ransel berisikan 5 kg sabu - sabu.

Barang bukti narkoba ini dikemas dalam lima bungkusan teh Cina merek Guanyinwang. Setiap satu bungkusan memiliki berat sekitar 1 kg sabu - sabu. Dalam pemeriksaan, Iliyas mengaku mendapatkan barang terlarang ini dari Ibnu Fajar. Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan meringkus orang bersangkutan di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Helvetia Timur, Kota Medan, Sabtu (21/12/2019).

"Petugas kita juga mengamankan 5 kg sabu - sabu dalam kemasan sama. Seluruh barang bukti narkoba ini diduga mau diedarkan untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru. Tersangka Ibnu Fajar mengaku mendapatkan narkoba ini Suhaimi. Polsi kemudian melakukan pengembangan dengan menyergap Suhaimi di Lubuk Pakam, Minggu (22/12/2019) malam," sebut Irjen Pol Martuani Sormin.

Saat dilakukan penangkapan, Suhaimi mencoba melarikan diri sehingga harus diberi tembakan peringatan. "Namun, pada saat di perjalanan menuju rumah sakit, pelaku meninggal dunia," ungkap jenderal bintang dua itu.

Mantan Kapolda Papua ini kembali menegaskan, pihaknya tidak akan main-main dalam memberantas peredaran narkoba di Sumut. Tindakan tegas akan kembali dilakukan bagi sindikat narkoba yang akan menghancurkan generasi muda penerus bangsa.

"Saya tidak main-main khusus untuk narkoba, termasuk jika ada oknum kepolisian yang berani bermain dengan peredaran narkoba, tindakan tegas dan terukur juga akan dilakukan. Jangan harap kita bisa maju kalau narkoba ini masih ada. Kami juga meminta masyarakat mau memberikan informasi tentang peredaran narkoba," sebut Irjen Pol Martuani Sormin.



Sumber: Suara Pembaruan