Kooperatif, Polisi Tidak Tahan Aktivis Pusaka Sudarto

Kooperatif, Polisi Tidak Tahan Aktivis Pusaka Sudarto
Manajer Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Sudarto Toto. ( Foto: istimewa )
Farouk Arnaz / YUD Rabu, 8 Januari 2020 | 19:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Sumatera Barat memutuskan tidak menahan program manajer Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Sudarto yang jadi tersangka karena postingannya di akun Facebook miliknya bertanggal 14 Desember 2019.

“Tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan yang bersangkutan kooperatif dan ada permohonan dari keluarga. Dia wajib lapor 2 kali dalam seminggu,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (8/1/2020).

Seperti diberitakan lelaki yang beralamat di di Perumnas Belimbing, Kuranji, Kota Padang itu sempat memosting pelarangan ibadah Natal di Dharmasraya. Beberapa postingannya dinilai polisi berisi penyebaran ujaran kebencian/permusuhan SARA

Tersangka akhirnya ditangkap Selasa (7/1/2020) kemarin. Sudarto yang lahir pada 27 Oktober 1974 dan beragama Islam ini memang berbicara kencang soal pelarangan Natal.

Termasuk hadir dalam jumpa pers bersama Setara Institut di Jakarta, 21 Desember lalu.

Dia dijerat Pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI no 19/2016 tentang perubahan atas UU no 11/2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan Pasal 15 UU no.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Polisi menyita sejumlah barang. bukti seperti Samsung J6 PRO dan screenshot postingan akun facebook atas nama Sudarto Toto. Kasus ini dilaporkan oleh Harry Permana. Polisi telah memeriksa ahli bahasa dan ITE dalam kasus ini.

Belum jelas apa postingan yang dipermasalahkan polisi. Namun salah satu yang diposting berbunyi : Sodarah-sodarah darifada hiduf kelen direbetin sertifikasi halal sejak dari halal park, kulkas hingga makanan kucing. Terus setiap Desember teriak2 ucapin natal haram, Januari teriak tahun baru masehi haram, Februari valentin haram. Pokok 1 tahun full ada aja yg diharamin. Yuk ikut aģama ana, agama lokal, nggak ribet.

Juga ada postingannya sebagai berikut : “DIBUKA LOWONGAN AGAMA BARU GUEH NABINYA.”



Sumber: BeritaSatu.com