Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Polri Turun Tangan

Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Polri Turun Tangan
Banjir bandang merusak rumah dan menghanyutkan kendaraan warga di Kabupaten Lebak, Banten. ( Foto: Handout )
Farouk Arnaz / WBP Kamis, 9 Januari 2020 | 15:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri masih bekerja menyelidiki banjir bandang dan longsor di Sajira Kabupaten Lebak, Banten yang terjadi pada 1 Januari 2020. Tim masih berada di lapangan.

“Sedang kita selidiki dan tim masih di lapangan,” kata Wakabareskrim Irjen Antam Novambar saat dihubungi Beritasatu.com Kamis (9/1/2020).

Banjir bandang tersebut merusak ribuan rumah, sejumlah jembatan putus, dan sembilan orang meninggal dunia. Diduga karena aktivitas tambang ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terutama di wilayah Kabupaten Lebak, dan pembalakan liar.

Korban Banjir di Banten, 20 Orang Meninggal Dunia

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit sebelumnya mengatakan pihaknya menurunkan tim gabungan ke Lebak sejak Rabu (8/1/2020).

Ada Satgas Bareskrim yang bergabung dengan tim Polda Banten, Polda Jabar, dan instansi terkait. Bareskrim turun tangan mengingat skala kerusakan yang terjadi.

Banjir Bandang Lebak, Bareskrim Duga Akibat Pembalakan Liar

Banjir Lebak juga menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu mendatangi lokasi di Lebak Selasa (7/1/2020).

Jokowi langsung menyambangi Pondok Pesantren La Tansa di Kampung Parakansantri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong yang menjadi salah satu bangunan yang terdampak banjir bandang.

Jokowi meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk segera menghentikan aktivitas tambang di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terutama di wilayah Kabupaten Lebak.

Selain aktivitas tambang ilegal, banjir juga diduga kuat akibat pembalakan liar di hutan yang merupakan kawasan lindung bagi macan tutul itu.



Sumber: Suara Pembaruan