Kasus Asabri, Moeldoko: Saat Saya Panglima Tak Ada Masalah

Kasus Asabri, Moeldoko: Saat Saya Panglima Tak Ada Masalah
Moeldoko. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Aichi Halik / AHL Selasa, 14 Januari 2020 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI periode 2013-2015 yang saat ini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, dirinya merasa tak ada masalah terkait Asabri selama menjabat sebagai Panglima TNI.

Namun, dia mengaku tak tahu jika ternyata ada masalah internal di Asabri karena bukan berada di dalam organisasi TNI.

"Selama saya menjadi Panglima nggak ada sih ya persoalan-persoalan itu muncul. Semuanya baik. Tapi sekali lagi bagaimana di dalamnya sama sekali kita nggak paham karena jauh antara Cilangkap dengan Asabri itu nggak ada kontak langsung," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Moeldoko mengatakan, dirinya tak paham urusan internal Asabri karena sebagai Panglima tak punya kewenangan mengurus BUMN itu.

"Saya nggak ngerti ya urusan Asabri. Waktu saya Panglima TNI itu nggak ngerti tentang Asabri, kita Panglima TNI waktu itu tidak punya otoritas yang bersinggungan dengan Asabri karena itu dikelola oleh BUMN. Sampai pemilihan Dirut Asabri saja oleh Menteri BUMN dan kalau nggak salah dengan Kemenhan," ujar Moeldoko.

Moeldoko kemudian menjelaskan soal skema pembiayaan bagi prajurit TNI yang ingin membeli rumah. Menurut Moeldoko, Asabri berperan sebagai pembayar uang muka.

"Jadi kalau prajurit saya seribu orang akan pesan rumah, Asabri nanti yang akan membayarkan uang muka. Selanjutnya TWP tabungan wajib perumahan itu yang menyicil per bulannya yang membayar ke bank. Mekanismenya seperti itu," ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, tak ada jalur koordinasi TNI dengan Asabri, dimana TNI hanya membuat daftar apa yang menjadi kebutuhan prajurit di bidang perumahan.

"Itu memang uangnya prajurit TNI dan kepolisian juga ada di situ. Dihimpun. Tahunya kita hanya menginventarisasi aja kebutuhan prajurit di bidang perumahan berapa. Terus Asabri bisa menyiapkan berapa jumlahnya untuk perumahan baru nanti dikomunikasikan antara angkatan dan kepolisian bagaimana ini menjadikan perumahan itu," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada isu korupsi Rp 10 triliun di Asabri. Dia yakin kasus ini bakal jadi perhatian Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.



Sumber: BeritaSatu TV