Bahas Dugaan Korupsi Asabri, KPK Koordinasi dengan BPK

Bahas Dugaan Korupsi Asabri, KPK Koordinasi dengan BPK
Ilustrasi Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). ( Foto: Wikimedia )
Fana Suparman / FER Rabu, 15 Januari 2020 | 20:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membahas kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Pertemuan kedua lembaga ini rencananya bakal digelar pada Kamis (16/1/2020) besok.

BPK: Kerugian Negara Kasus Asabri Ditaksir Rp 16 Triliun

"Siang tadi mereka (BPK) bahas internal. Besok, Kamis akan koordinasi dengan KPK," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020).

Ghufron mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPK terkait adanya dugaan korupsi di PT Asabri sebelumnya. Saat ini, KPK masih menunggu hasil pembahasan audit dugaan korupsi PT Asabri di tataran internal BPK untuk kemudian nantinya akan ditindaklanjuti bersama.

"Kami sudah koordinasi dengan BPK. Masih menunggu hasil audit dari BPK yang rencana akan di sampaikan pada kamis besok. kami sudah berkoordinasi secara intens untuk menangani perkara ini," tandas Ghufron.

MPR Minta KPK Awasi Kasus Jiwasraya dan Asabri

Dikonfirmasi terpisah, Ketua BPK, Harry Azhar Azis mengaku bahwa pihaknya masih melakukan proses pengumpulan data dan informasi terkait kasus dugaan korupsi di PT Asabri. Sejauh ini, BPK memperkirakan kerugian keuangan negara akibat dugaan penyelewengan dana Asabri berkisar antara Rp10 triliun hingga Rp16 triliun.

"Sekarang masih dalam proses pengumpulan data dan informasi yang diperkirakan potensi kerugian Rp10 triliun hingga Rp16 triliun," kata Harry Azhar Azis.



Sumber: Suara Pembaruan