KPK Jadwalkan Periksa Perdana Caleg PDIP Sebagai Tersangka

KPK Jadwalkan Periksa Perdana Caleg PDIP Sebagai Tersangka
Pelaksana Harian (Plh) Juru Bicara KPK Ali Fikri. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / JAS Jumat, 17 Januari 2020 | 14:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa caleg PDI Perjuangan (PDIP), Harun Masiku, Jumat (17/1/2020). Harun dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR.

"HAR (Harun Masiku) diperiksa sebagai tersangka," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Pemanggilan pemeriksaan ini merupakan perdana yang dilayangkan KPK sejak menetapkan Harun sebagai tersangka penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Kamis (9/1/2020) lalu.

Namun, sejak OTT pada Rabu (8/1/2020) hingga saat ini, Harun masih buron. Ditjen Imigrasi menyebut Harun telah meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT. Sementara terdapat informasi yang menyebut Harun telah kembali.

Ali mengatakan, surat pemanggilan Harun telah disampaikan ke alamat rumahnya di Kebayoran, Jakarta Selatan. Dikatakan, pemanggilan hari ini merupakan bagian dari upaya persuasif yang dilakukan Lembaga Antikorupsi. Di sisi lain, KPK bekerja sama dengan Kepolisian terus mencari dan mengejar Harun.

"Di samping upaya-upaya pencarian oleh KPK dan melalui bantuan penangkapan kepada Polri juga melalui persuasif dengan cara imbauan untuk menyerahkan diri dan memanggil sebagai tersangka ke alamat tempat tinggalnya di daerah Kebayoran Jakarta," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih berkeliaran.



Sumber: Suara Pembaruan