KPK Yakin Mampu Bekuk Caleg PDIP Tersangka Suap Komisioner KPU

KPK Yakin Mampu Bekuk Caleg PDIP Tersangka Suap Komisioner KPU
Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra)
Fana Suparman / JAS Minggu, 19 Januari 2020 | 16:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin mampu membekuk caleg PDIP, Harun Masiku yang menyandang status tersangka pemberi suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Harun disebut Ditjen Imigrasi telah melarikan diri ke Singapura dengan pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang membekuk Wahyu dan tujuh orang lainnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, tim penyidik masih memburu Harun Masiku. KPK juga meminta bantuan polisi dan lembaga terkait lainnya untuk mencari keberadaan Harun.

"Penyidik tetap melakukan pencarian dan berupaya melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka yang sampai hari ini melarikan diri. Kita cari keberadaannya. Dan saya sudah tandatangani permintaan bantuan kepada aparat penegak hukum," kata Firli di Gedung KPK akhir pekan lalu.

Firli meyakini pihaknya bersama Kepolisian dan lembaga terkait lain mampu membekuk Harun. Berbeda dengan tersangka pembunuhan atau terorisme, tersangka kasus korupsi umumnya tidak mampu lama bertahan hidup jauh dari mata pencahariannya.

"Sebagaimana pengalaman selama ini, saya kan pernah jadi Deputi Penindakan KPK, ada yang kabur ke luar negeri itu pasti kembali. Karena apa? Karena pelaku korupsi itu beda dengan pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan. Dan juga pelaku teror," ungkap Firli.

"Kalau pelaku korupsi berapa pun kerugiannya, dia akan kembali ke Indonesia. Tinggal kita meminta bantuan aparat penegak hukum khususnya Kepolisian Republik Indonesia karena mereka punya jejaring. Kita juga meminta bantuan untuk mencari keberadaan tersangka," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih berkeliaran. 



Sumber: Suara Pembaruan