Fokus BNN Cegah Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan

Fokus BNN Cegah Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan
Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko didampingi Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari dan jajaran stakeholder terkait melaksanakan press rilis akhir tahun di Markas BNN Cawang Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019) siang. ( Foto: Ist )
Carlos KY Paath / FER Senin, 20 Januari 2020 | 16:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) berharap ada kerja sama kuat dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dengan tujuan memperkuat jalur perbatasan yang kerap dipakai untuk menyelundupkan narkoba.

Polisi Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Ganja dari PNG

Kepala BNN, Heru Winarko, telah menyampaikan itu secara langsung saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala BNPP, Tito Karnavian, di Ruang Kerja Mendagri, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (20/1/2020).

"Kita tahu bahwa dalam berapa tempat di perbatasan yang menjadi fokus kita, terutama masuknya narkoba, karena kepala dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan itu Pak Mendagri, kita ketemui agar bagaimana perbatasan ini bisa kita perkuat,” kata Heru Winarko.

Di sisi lain, pertemuan juga membahas optimalisasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pemerintah daerah dan perbatasan.

BNN: Aceh Pintu Masuk Narkoba ke Indonesia

Pihak BNN berharap, Kemdagri meminta kepala daerah melaksanakan P4GN. "Gunanya P4GN ini yakni untuk pencegahan, pemberantasan, perdagangan gelap dan penyalahgunaan narkoba, ini yang kita harapkan dari Pak Mendagri sebagai koordinator, pembinaan dan pengawasan kepala daerah dan juga sebagai kepala BNPP,” ujar Heru.

Heru menyatakan, BNN meminta dukungan Kemdagri untuk melakukan assessment kesehatan dan sosial. Memang tidak hanya melibatkan Kemdagri, melainkan seluruh pihak. "Tentu di sini peranan semua stakeholder sangat diperlukan, terutama Pak Mendagri untuk para kepala daerah bersama-sama mendukung hal ini," kata Heru.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemdagri, Bahtiar menyatakan, Mendagri menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program P4GN yang dilakukan BNN.

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu

"Pak Mendagri menyambut baik kunjungan dari Pak Kepala BNN beserta jajaran, saya kira ini hubungan yang sangat baik, dan Mendagri mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Pak Kepala BNN,” kata Bahtiar.

Bahtiar yang juga pelaksana tugas direktur jenderal politik dan pemerintahan umum Kemdagri turut mendampingi Mendagri saat pertemuan. Bahtiar mengatakan, Mendagri selaku kepala BNPP sangat mendukung usulan kepala BNN dan tim supaya ada sinergi di Pos Lintas Batas Negara.

"Prinsipnya Pak Mendagri baik sebagai Menteri maupun sebagai Kepala BNPP mendukung sepenuhnya bagaimana mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh BNN," ungkap Bahtiar.

Serangan Narkotika

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan, pertemuan kepala BNN dan Mendagri lebih diarahkan pada aspek pencegahan, khususnya mengenai upaya menghadapi serangan narkotika dari luar negeri.

"Bagaimana kita menghadapi serangan narkoba dari luar negeri, dan bagaimana kita memperlakukan masyarakat-masyarakat kita supaya mereka terlindung dari penyalahgunaan narkoba itu, salah satunya tadi menjaga perbatasan darat, laut dan udara,” kata Arman.

Arman menuturkan, pasca pertemuan itu pemerintah pusat dan daerah diharapkan mulai melakukan pelayanan terhadap masyarakat terkait pelaksanaan assessment berupa rehabilitasi.

"Kemudian yang kedua terkait yang dipertanyaan assessment apa kaitannya, karena bagaimanapun assessment itu muaranya ada rehabilitasi, nah kalo rehabilitasinya ditangani semua oleh BNN, bukan tupoksinya, karena BNN bukan merupakan kementerian yang mengurusi masalah kesehatan dan sosial," tegas Arman Depari.



Sumber: Suara Pembaruan