Demo Buruh, Moeldoko: Pemerintah Mendengar Aspirasi Pekerja

Demo Buruh, Moeldoko: Pemerintah Mendengar Aspirasi Pekerja
Moeldoko. (Foto: Antara)
Aichi Halik / AHL Senin, 20 Januari 2020 | 21:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui adanya ketidakpuasan dari kalangan buruh terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja terkait ketenagakerjaan.

Moeldoko menilai demonstrasi terjadi lantaran ada kesimpangsiuran infromasi. Sebab, Presiden sendiri sebelumnya telah meminta agar aspirasi buruh didengarkan dalam penyusunan RUU tersebut.

"Dalam sidang kabinet kemarin Presiden (Jokowi) mengatakan agar pihak pemerintah sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi-aspirasi teman-teman (buruh)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Menurut Moeldoko, berbagai aspirasi dari serikat buruh dan pengusaha yang ditemuinya telah ditampung dan akan dibahas di internal pemerintah.

"Kita ingin mencari titik keseimbangan baru yang pas yang baik untuk teman-teman para pekerja dan juga baik untuk pengusaha," ujar Moeldoko.

Seperti diketahui, ribuan buruh hari ini berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI menolak RUU Cipta Lapangan Kerja. Menurut Moeldoko, substansi dalam RUU tersebut belum terkomunikasikan dengan baik ke publik sehingga muncul informasi yang dinilai kurang tepat.

"Yang lebih penting adanya pertemuan yang bisa mengakomodasi semua pihak, yang bisa mendengarkan substansinya agar tidak simpang siur. Karena kesimpangsiuran itu yang membuat teman-teman (buruh) berdemo," tutur Moeldoko.



Sumber: BeritaSatu TV