KPK Telusuri Keberadaan Harun Masiku di Sulawesi

KPK Telusuri Keberadaan Harun Masiku di Sulawesi
Harun Masiku ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / CAH Selasa, 21 Januari 2020 | 13:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen terus memburu caleg PDIP, Harun Masiku yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap proses PAW dirinya sebagai anggota DPR. Ditjen Imigrasi menyebut Harun telah pergi ke Singapura menggunakan pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK menangkap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan sejumlah pihak lain dalam OTT pada Rabu (8/1/2020).

Namun, terdapat informasi yang menyebut Harun telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1/2020). Bahkan Harun disebut sempat terlihat di Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, pihaknya bakal menelusuri setiap informasi mengenai keberadaan Harun. Termasuk informasi yang menyebut Harun sempat terlihat di Sulawesi Selatan.

"Terima kasih informasi dari rekan-rekan, kita akan telusuri. Sampai sana kita akan telusuri, kita akan terima apapun informasinya dan tentu akan kita lakukan kroscek atas kebenaran seluruh informasi," kata Firli di Gedung KPK, Senin (20/1/2020) malam.

Firli menyatakan KPK telah meminta bantuan Kepolisian dan lembaga terkait untuk memburu dan menangkap Harun yang kini telah berstatus buronan atau daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, Firli mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun Masiku untuk melaporkannya ke KPK.

Harun Masiku Ditetapkan Jadi DPO KPK

"Kita sudah menerbitkan perintah penangkapan dan surat permintaan bantuan pada Polri dalam rangka mencari dan menangkap tersangka tersebut sudah kita layangkan dan sampai hari ini kita masih terus berusaha bekerja keras untuk melakukan penangkapan. Tolong kepada masyrakat yang mengetahui keberadaan tersangka," katanya.

Dalam kesempatan ini, Firli kembali mengimbau Harun untuk menyerahkan diri. Harun harus bertanggung jawab atas suap yang diduga diberikannya kepada Wahyu untuk memuluskan proses PAW dirinya sebagai anggota DPR.

"Saya imbau kepada tersangka saudara HM (Harun Masiku) memberikan kontribusi untuk menyelesaikan persoalan ini karena sesungguhnya setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Orang per orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tegasnya.

KPK Tindaklanjuti Rumor Harun Masiku Berada di Indonesia

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Ditjen Imigrasi menyebut Harun telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT yang membekuk Wahyu dan sejumlah pihak lain pada Rabu (8/1/2020). Namun, terdapat informasi yang menyebut harun telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1/2020).



Sumber: Suara Pembaruan