Polres Bogor Bongkar Pabrik Ekstasi Jaringan Freddy Budiman

Polres Bogor Bongkar Pabrik Ekstasi Jaringan Freddy Budiman
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar M Joni menujukkan barang bukti sitaan pabrik ekstasi di wilayah Cibinong, di Mapolres Bogor, Selasa, 21 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Vento Saudale / RSAT Selasa, 21 Januari 2020 | 21:26 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil membongkar pabrik pembuatan pil ekstasi rumahan jaringan gembong narkoba Freddy Budiman di wilayah Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

Hal itu terungkap saat Polres Bogor melakukan rilis hasil pengungkapan tindak narkoba di Mapolres Bogor, Selasa (21/1/2020).

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar M Joni, mengatakan pengungkapan tersebut hasil pengembangan dari bandar narkoba yang diamankan di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

"Dari situ kita lakukan penyelidikan bahwa bandarnya ada di Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Kita lakukan penggrebekan dan kita amankan HS, dia yang membuat pil ekstasi," kata Joni.

Menurutnya, dari hasil keterangan pelaku, diketahui bahwa bahan baku pil ekstasi yang di dapat HS dari narapidana yang sudah divonis mati di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor berinsial ADTS jaringan gembong narkoba Freddy Budiman.

"Yang mengendalikan di Lapas Gunung Sindur,  divonis mati dengan barang bukti 100 kilogram sabu tahun 2017. Ini juga masuk jaringan Freddy Budiman yang telah diekskusi mati, dan yang ini belum," ujarnya.

Dari penangkapan HS, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa 1.320 pil ekstasi, satu setengah kilogram powder ekstasi, 53 gram sabu-sabu serta alat cetak pembuatan narkoba tersebut.

"Kita jerat Pasal 113, 114, 112 Undang-Undang Narkotika hukuman minimal 25 tahun penjara maksimal hukuman mati. Kita terus dalami, termasuk ada tidaknya keterlibatan oknum Lapas," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan