Ombudsman Amati Jiwasraya Sejak 2004

Ombudsman Amati Jiwasraya Sejak 2004
Ilustrasi Jiwasraya ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / FMB Rabu, 22 Januari 2020 | 11:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Ombudsman RI (ORI) Ahmad Alamsyah Saragih mengakui pihaknya sudah lama mengamati adanya masalah di PT Asuransi Jiwasraya. Pengamatan setidaknya dilakukan ORI sejak 2004 hingga 2018.

"Jiwasraya kita amati sejak 2004 sampai 2018. Kami melihat ada problem di situ," kata Ahmad Alamsyah Saragih, dalam kegiatan "Ngopi Bareng bersama Pimpinan Ombudsman" di Kantor Ombudsman, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Menurut Alamsyah, pihaknya sepanjang 2019 menerima berbagai laporan terkait penyelenggaraan pelayanan jasa keuangan, di mana asuransi adalah salah satunya. Hingga Desember 2019, ORI menerima sedikitnya 74 laporan.

"Laporan terkait asuransi 2019 sebanyak 74. Ada jenis asuransi lain, ada Jasa Raharja, BUMN, Taspen, Jiwasraya, dan asuransi swasta lainnya. Termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan," ujarnya.

Menurutnya, dalam laporan yang diterima ORI, cenderung ada pengulangan kasus yang sama. Jika laporan terus terjadi pengulangan, maka ORI akan melakukan pendalaman. "Banyak yang terulang. Kalau terulang, kami memandang perlu melakukan pendalaman," ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik Kejagung melakukan serangkaian penggeledahan ke sejumlah titik. Penyidik menggeledah kediaman dua tersangka yakni eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim dan eks Direktur Keuangan dan Investasi Hary Prasetyo.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita lima mobil mewah serta satu motor Harley Davidson, baik atas nama pribadi keduanya maupun perusahaan.

Kemudian, penyidik menggeledah kediaman tersangka Mantan Kepala Divisi Investasi dan keuangan PT Jiwasraya (Persero) Syahmirwan. Dalam penggeledahan, penyidik sempat menyita dua unit mobil yaitu Innova Reborn dan CRV, sertifikat tanah, dan beberapa surat berharga berupa polis asuransi serta deposito.

Dalam kasus Jiwasraya sendiri Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Kelima tersangka masing-masing adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan. 



Sumber: Suara Pembaruan