Dua Komisioner KPU Penuhi Panggilan KPK

Dua Komisioner KPU Penuhi Panggilan KPK
Ilustrasi korupsi. ( Foto: Beritasatu.com )
Yeremia Sukoyo / Yustinus Paat / WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 11:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi terkait dugaan suap kasus mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Kali ini, KPK memanggil dua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novinda Ginting dan Hasyim Asy'ari.

Komisioner KPU, Evi Novinda Ginting, saat memenuhi panggilan KPK mengaku belum mengetahui alasan pemanggilan tersebut. "Belum tau lah, orang belum masuk saya," kata Evi Novinda Ginting, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Di saat yang hampir bersamaan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga hadir di Gedung KPK untuk memenuhi panggilan KPK. Keduanya dipanggil dalam kasus yang sama.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, menjelaskan, tiga saksi yang hadir di KPK diperiksa untuk tersangka Saeful Bahri (SAE). "Saksi Evi, Hasyim dan Hasto diperiksa untuk tersangka SAE," kata Ali Fikri.

Evi sebelumnya mengaku siap hadir dan memenuhi panggilan KPU untuk memberikan keterangan. "Benar (saya dipanggil KPK). Insya Allah hadir sesuai pemanggilan Jam 10.00 WIB," ujar Evi singkat saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat(24/1/2020).

Evi mengaku belum mengetahui materi yang akan ditanyakan oleh penyidik KPK. Namun, dia akan memberikan keterangan yang diketahuinya. "Apa saja yang akan ditanyakan akan saya jawab setahu saya, sesuai apa yang saya tahu," ungkap Evi.

Sebelumnya, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan, dirinya telah menerina Surat Panggilan KPK pada Tanggal 21 Januari 2020. Hasyim dipanggil sebagai saksi dalam kasus Wahyu Setiawan.

"Saya dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara WSE besok pada hari Jumat 24 Januari 2020 jam 10.00 WIB di Kantor KPK. Demi hukum, insyaAllah saya akan hadiri panggilan tersebut," kata Hasyim dalam keterangannya Rabu (22/1/2020).

Dalam kasus itu sendiri, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Masing-masing mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, seorang pihak swasta bernama Saeful dan caleg PDIP Harun Masiku.

Sebanyak tiga dari empat tersangka sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan. Sementara untuk tersangka Harun hingga kini belum diketahui keberadaannya.



Sumber: Suara Pembaruan