Satgas Antimafia Bola Limpahkan 6 Tersangka Pengaturan Skor ke Jaksa

Satgas Antimafia Bola Limpahkan 6 Tersangka Pengaturan Skor ke Jaksa
Satgas Antimafia Bola menahan enam tersangka kasus dugaan match fixing atau pengaturan skor pertandingan Liga III antara Perses Sumedang dan Persikasi Bekasi, di Stadion Ahmad Yani Sumedang, 6 November 2019 lalu. ( Foto: Beritasatu.com / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 24 Januari 2020 | 18:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Antimafia Bola, telah melakukan pelimpahan tahap dua terhadap enam tersangka kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola Liga III antara Perses Sumedang dan Persikasi Bekasi, ke Kejaksaan Negeri Sumedang.

Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, tim menemukan adanya praktik match fixing atau pengaturan skor dalam laga Perses Sumedang kontra Persikasi Bekasi, di Stadion Ahmad Yani, tanggal 6 November 2019 lalu. Manajemen Persikasi Bekasi diduga menyuap perangkat wasit sebesar Rp 12 juta agar memenangkan laga kontra Perses Sumedang. Ketika itu, laga memang berakhir dengan skor 2-3 buat kemenangan tim tamu Persikasi Bekasi.

"Kami lakukan penegakan hukum, penangkapan terhadap enam orang tersangka, baik itu dari perangkat wasit maupun manajer Persikasi Bekasi. Kemudian kita lakukan penyidikan, penahanan, pemberkasan, tanggal 16 Januari 2020 berkas perkara sudah dianyatakan P21 (lengkap), dan tanggal 19 Januari 2020 kita menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari di Sumedang," ujar Hendro, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/1/2020).

Enam tersangka yang dilimpahkan berinisial DSP (wasit utama), BTR (manajemen Persikasi Bekasi), HR (manajemen Persikasi Bekasi), MR (perentara), SHB (manajer Persikasi Bekasi), dan DS (komisi penugasan wasit Asprov PSSI Jawa Barat).
Dikatakan Hendro, pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti, bersamaan dengan berakhirnya masa tugas Satgas Antimafia Bola jilid 2.

Uang Pelicin Pengaturan Skor Persikasi vs Perses Sumedang "Cuma" Rp 12 Juta

"Saya perlu sampaikan bahwa masa tugas satgas jilid 2, dari bulan Agustus hingga Desember, kurang lebih 4 bulan. Adapun tiga hal pokok yang kami lakukan adalah, pertama kita menyelesaikan dugaan-dugaan perkara yang belum selesai di Satgas Antimafia Bola jilid 1," ungkapnya.

Kedua, tambah Hendro, melakukan pengawasan dan monitoring di 13 wilayah tempat berlangsungnya Liga I Indonesia. Setiap wilayah dipimpim Direktur Reserse Kriminal Umum masing-masing Polda, sebagai Kepala Sub Satgas.

"Ketiga tentunya kita tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan jika masih juga ditemukan match fixing," katanya.

Hendro menyampaikan, Satgas jilid 2 menangani tiga laporan polisi dengan tersangka berjumlah delapan. Satu laporan masih P19, karena perlu dilengkapi dengan keterangan saksi, tersangka dan alat bukti lain.

"Kedua adalah tersangka H (Hidayat mantan Exco PSSI). Kami perlu sampaikan ke rekan-rekan bahwa tersangka H ini pada November 2019 meninggal dunia, sehingga tanggal 23 Desember kita hentikan penyidikan sudah kita SP3," jelasnya.

Laporan terakhir terkait kasus pengaturan skor Persikasi Bekasi, yang sudah dinyatakan lengkap dan enam tersangka dilimpahkan ke jaksa.

Ketua Umum PSSI Dipastikan Selalu Pantau Kompetisi Nasional

"Dengan dilimpahkannya tahap dua tersangka, maka bersamaan dengan itu di bulan Desember, berakhir pula masa tugas Satgas Antimafia Bola jilid 2," jelasnya.

Hendro menyampaikan, saat ini tim sedang melakukan rapat koordinasi dan administrasi untuk membentuk Satgas Antimafia Bola jilid 3 atas perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

"Kemarin saat saya melaporkan kepada pak Kapolri tentang berakhirnya satgas ini, maka Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan kepada saya untuk melanjutkan Satgas Antimafia Bola jilid 3. Untuk itu tim sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan mempersiapkan administrasinya, rencana kerja kita susun, kemudian surat tugas Kapolri kita susun. Tentunya akan segera kita selesaikan dan memenuhi apa yang diharapkan masyarakat, dan tentunya mohon dukungan kepada penggemar sepakbola, rekan media, untuk sama-sama mewujudkan sepakbola yang bersih, bermartabat dan berprestasi," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com