Buru Harun Masiku, KPK dan Polri Sisir Sejumlah Daerah

Buru Harun Masiku, KPK dan Polri Sisir Sejumlah Daerah
Harun Masiku (Foto: istimewa)
Fana Suparman / WBP Minggu, 26 Januari 2020 | 20:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen terus memburu Harun Masiku, caleg PDIP yang menjadi buronan atas kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR. Dalam upaya memburu Harun, KPK dengan dibantu aparat kepolisian menyisir sejumlah daerah.

"Kami sedang upaya terus menerus ke daerah-daerah," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Minggu (26/1/2020).

Meski demikian, Ali enggan membeberkan daerah-daerah yang disambangi KPK dan kepolisian dalam memburu Harun yang keberadaannya masih menjadi misteri hingga saat ini. Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Belakangan, Imigrasi meralat informasi tersebut setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia pada 7 Januari 2020. Bahkan, seorang warga mengaku melihat Harun mendatangi rumah istrinya di Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Namun, KPK menyebut, aparat kepolisian yang mendatangi lokasi tersebut tak menemukan Harun Masiku.

Meski penuh drama dan liku, KPK bersama kepolisian masih meyakini mampu membekuk Harun untuk mempertanggungjawabkan suap yang diduga diberikannya kepada Wahyu Setiawan. KPK juga meminta masyarakat untuk mengonfirmasikan jika mengetahui keberadaan Harun. "Sampai hari ini KPK bersama Polri terus proaktif mencari keberadaan yang bersangkutan. Tentu peran serta masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan diharapkan dapat pula menginfokan kepada KPK maupun Polri," kata Ali Fikri.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.



Sumber: Suara Pembaruan