Diperiksa Soal Kasus Suap PAW, Ketua KPU Akan Jawab Semua Pertanyaan KPK

Diperiksa Soal Kasus Suap PAW, Ketua KPU Akan Jawab Semua Pertanyaan KPK
Ketua KPU Arief Budiman menjawab pertanyaan wartawan di gedung KPK Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Selasa, 28 Januari 2020 | 12:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dijadwalkan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Selasa (28/1/2020). Pemeriksaan terhadap Arief dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka kader PDIP Saeful.

Arief terlihat telah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.15 WIB. Meski belum mengetahui materi pemeriksaan yang bakal dijalaninya, Arief mengklaim bakal menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan tim penyidik.

"Saya nghak tahu kan pertanyaan penyidik apa. Pokoknya semua pertanyaan saya jawab," kata Arief di Gedung KPK.

Arief mengklaim Komisioner KPU lain termasuk dirinya tidak terkait dengan kasus suap ini. Arief menyebut keputusan KPU mengenai permintaan PDIP untuk menetapkan calegnya Harun Masiku sebagai anggota DPR PAW sudah jelas. KPU menolak permintaan PDIP dan memutuskan menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR menggantikan Caleg Terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

"Enggak ada yang terkait. Kan jelas keputusan kita dalam surat yang kita jawab itu kan (PAW Harun Masiku) tidak bisa diproses," katanya.

Ketua KPU Sebut Kasus Wahyu Setiawan Harus Diusut Tuntas

Selain Arief, Komisioner KPU lainnya, Viryan Arief juga sudah memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK sekitar pukul 09.45 WIB. Seperti halnya Arief, Viryan juga bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap PAW caleg PDIP untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Saeful. Viryan mengklaim bakal menjelaskan ke penyidik KPK terkait penetapan PAW Anggota DPR.

"Yang akan disampaikan sesuai dengan apa yang sudah kami kerjakan. Perihal penetapan calon terpilih, kemudian seputar pergantian antar waktu yang sudah kami kerjakan kemarin," katanya.

Tak hanya Arief dan Viryan, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa sejumlah saksi lainnya. Beberapa di antaranya Bagian Legal VIP Money Changer, Carolina; Kabag Umum KPU, Yayu Yuliana; Kabiro Tekhnis KPU, Nur Syarifah; serta Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU, Andi Bagus Makawaru.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Ketua KPU Bantah Pernyataan Wahyu Setiawan di Sidang DKPP

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah "hilang ditelan bumi". Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, seorang warga mengaku melihat Harun mendatangi rumah istrinya di Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. 



Sumber: Suara Pembaruan