Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi

Mahfud: Aliran Dana Teroris Masuk RI Ada yang Berbentuk Investasi
Mahfud MD (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Robert Wardy / MPA Selasa, 28 Januari 2020 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan aliran dana dari kelompok teroris tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional seperti transfer ke rekening bank sesama anggota teroris. Pengiriman uang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satunya masuk melalui dana investasi.

"Hati-hati dengan uang yang masuk ke sini. Misalnya investasi bikin gedung ini, bikin gedung itu, hati-hati. Nanti didalamnya bisa ditanam sesuatu yang bisa menjadi virus yang sangat berbahaya," kata Mahfud saat menghadiri acaraa penandatanganan perjanjian kinerja BNPT di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Ia menjelaskan investasi bisa macam-macam. Salah satunya berupa pembangunan gedung.

"Dua bulan lalu, saya bersama Pak Suhardi (Kepala BNPT, Red) hadir seminar di Hotel Melbourne. Itu ngeri, pengiriman-pengiriman uang antar-teroris tidak konvensional, dilacak lewat bank lewat rekening. Sekarang sudah canggih, macam-macam" jelas Mahfud.

Dia mengaku mendapatkan sejumlah nama yang masuk dalam penerimaan uang. Dia yakin BNPT juga pasti memiliki dan jumlahnya lebih banyak.

"Tiga minggu lalu saya didatangi Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI). Mereka bilang bapak benar tuh, bahwa ada uang masuk ke sini untuk kegiatan radikalisme. Ini daftarnya. Kalau saya punya daftar pasti BNPT sudah punya daftar-daftar lebih dulu. Pasti lebih dulu dapat dari saya. Itu benar," tegas Mahfud.

Menurutnya, pemerintah melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus memantau aktivitas keuangan yang mencurigakan. BNPT juga telah memiliki daftar organisasi dan orang yang terpantau kerap melakukan aktivitas keuangan yang mencurigakan.

"Kita semua harus hati-hati," tutup Mahfud.



Sumber: Suara Pembaruan